Sabtu, 10 Januari 2009

KONTRIBUSI TELEMATIKA BAGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA

KONTRIBUSI TELEMATIKA BAGI PENINGKATAN

PRODUKTIVITAS KERJA

(Studi Deskriptif Kontribusi komputer dan internet bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau infokom pemerintah daerah di Provinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan)

Dida Dirgahayu

Abstrak

Kesiapan pada sektor pemerintahan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi masih sangat rendah. Mayoritas situs pemerintah dan pemerintah daerah otonom masih berada pada tingkat pertama (persiapan), hanya sebagian kecil yang telah mencapai tingkat pematangan (tingkat dua), sedangkan tingkat pemantapan (tingkat tiga) dan tingkat pemanfataan (tingkat empat) belum tercapai. Penelitian tentang kontribusi komputer dan internet bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai kantor humas dan kantor infokom pemerintah daerah ini berupa penelitian deskriptif. Responden adalah karyawan di lembaga infokom di kab./kota wilayah Provinsi Jabar, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Hasil penelitian menyimpulkan, perangkat komputer dan internet mempunyai kontribusi positif bagi produktivitas kerja pegawai pada Kantor Humas atau Kantor Infokom pemerintah daerah.

Kata Kunci : Kontribusi telematika, produktivitas kerja, pegawai

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu perubahan yang saat ini tengah terjadi pada sistem pemerintah dan aparaturnya adalah transformasi menuju era

*Dida Dirgahayu adalah Peneliti BP2I Bandung, Penelitian ini beranggotakan

Nana Suryana dan C. Suprapti Dwi Takariani, Peneliti Muda BP2I Bandung.

masyarakat informasi, kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas telah membuka peluang bagi pengaksesan, pengolahan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kecenderungan global tersebut akan membawa bangsa Indonesia ke dalam permasalahan digital divide, yaitu keterisolasian dari perkembangan global karena tidak mampu memanfaatkan informasi. Untuk itulah, kesiapan aparatur pemerintah harus pula diarahkan kepada penguasaan teknologi informasi yang berkaitan dengan fungsi aparatur pemerintah.

Pemerintah dan segenap jajarannya harus segera melaksanakan proses transformasi menuju e-government, mengoptimalisasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi birokrasi, serta membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik yang harus disediakan oleh pemerintah. Pemerintah Indonesia memang sedang giat-giatnya mencanangkan produktivitas, dimulai dari produktivitas tenaga kerja, produktivitas organisasi, produktivitas modal, produktivitas pemasaran, produktivitas produksi, produktivitas keuangan dan produktivitas produk. Salah satu dari sekian banyak masalah produktivitas, maka produktivitas tenaga kerja merupakan sesuatu hal yang perlu di tingkatkan, terutama di era globalisasi dimana segala peralatan canggih bisa dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan produktivitas kerja tenaga kerja baik di sektor swasta maupun instansi pemerintah.

Dalam level pemerintahan penerapan teknologi informasi dan komunikasi diwadahi dalam konsep e-government atau e-gov, yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan praktik pemerintahan yang lebih efisien dan efektif, pelayanan yang lebih terjangkau dan memperluas akses publik untuk memperoleh informasi sehingga akuntabilitas pemerintah meningkat.

Perumusan dan Identifikasi Masalah

Perumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Kontribusi Komputer dan Internet Bagi Peningkatan Produktivitas

Kerja pegawai Kantor Humas dan Kantor Infokom Pemerintah Daerah?

Identifikasi masalahnya adalah :

1. Bagaimana ketersediaan dan penguasaan perangkat komputer dan fasilitas internet yang dimiliki kantor humas atau kantor infokom ?

2. Bagaimana kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet dengan tugas pokok pegawai pada kantor humas atau kantor infokom?

3. Bagaimana kontribusi telematika bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau kantor infokom?

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui ketersediaan dan penguasaan perangkat komputer dan fasilitas internet yang dimiliki kantor humas atau kantor infokom.

2. Mengetahui kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet dengan tugas pokok pegawai pada kantor humas atau kantor infokom.

3. Mengetahui Kontribusi telematika bagi produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau kantor infokom

Manfaat Penelitian

Manfaat praktis dari hasil penelitian ini untuk menggambarkan terpaan telematika, khususnya perangkat komputer dan fasilitas internet pada kantor humas atau kantor infokom. Manfaat teoritis, bahwa temuan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan tentang penggunaan telematika , khususnya penggunaan perangkat komputer dan fasilitas internet pada kantor humas atau kantor infokom.

Kerangka Teoritis

Berdasarkan Instruksi Presiden RI No 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government disebutkan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (e-government) akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya kebijakan dan strategi pengembangan e- government.

Telematika, merupakan istilah untuk mendefinisikan telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas, telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Telematika merupakan istilah baru yang berasal dari bahasa Prancis, telematique, merujuk kepada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.. Para praktisi menyatakan bahwa telematika merupakan singkatan dari dua kata, yaitu telecommunication dan informatic sebagai perpaduan konsep computing dan communication.

Penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi pada perkembangannya menghadirkan media komunikasi baru yang merupakan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informasi yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Media dan telematika berkembang menjadi wacana multimedia. Kemudian telematika dipahami sebagai akronim dari telekomunikasi, multimedia dan informatika. Secara garis besar istilah teknologi informasi, informatika, multimedia tidak jauh berbeda maknanya.

(http:/www.law.ui.ac.id). Telematika dalam penelitian ini dibatasi hanya kepada perangkat komputer dan fasilitas iternet.

Komputer, Blissmer (1985), mengatakan bahwa komputer merupakan suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang tersimpan di dalam memori (www.ilmukomputer.com). Banyak ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer.

Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Internet, Secara harafiah, internet (kependekan dari pada perkataan 'inter-network ialah rangkaian komputer yang berhubungan. Secara teknis internet adalah kumpulan dari jaringan komputer yang ada di dunia yang saling terhubung (network of networks). Internet terdiri dari ribuan jaringan komputer lokal dari berbagai tipe dan ukuran yang dikelola oleh masing-masing organisasi (http://www.pempropsu.go.id).

Dari segi ilmu pengetahuan internet merupakan sebuah perpustakaan besar yang di dalamnya tedapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa text, graphic, audio maupun animasi, dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa ”berkunjung” ke perpustakaan kapan saja dan darimana saja (http://www.ilmukomputer.com).

Produktivitas kerja, beberapa sarjana atau ahli memberikan pengertian tentang produktivitas kerja. Mahoney (dalam Campbell dan Camphell,1990) yang mendefinisikan produktivitas sebagai suatu pengertian efisiensi secara umum yaitu sebagai rasio antara hasil dan masukan dalam suatu proses yang menghasilkan suatu produk atau jasa. Hasil (output) meliputi penjualan, laba, kepuasan konsumen. Sedangkan masukan meliputi alat yang digunakan, biaya, tenaga, keterampilan dan jumlah hasil individu (http://www.library.usu.ac.id).

Dewan Produktivitas Nasional (dalam Ravianto, 1995) memberi batasan produktivitas kerja sebagai kemampuan seseorang tenaga kerja atau sekelompok orang untuk menghasilkan barang atau jasa. Sementara itu Meier (dalam Martinah dkk, 1990) mengemukakan bahwa kriteria produktivitas antara lain adalah kualitas, waktu yang dipakai, absensi dan keselamatan dalam menjalankan tugas pekerjaan.

Kantor humas atau kantor infokom merupakan perangkat yang ada pada pemerintah daerah, baik itu pada tingkat kota dan kabupaten di Indonesia. Pelayanan informasi publik pada era demokratisasi dan transparansi mengharuskan adanya komitmen dan konsistensi yang tinggi dari seluruh aparat pemerintah, khususnya pegawai pada kantor hubungan masyarakat (humas) dan kantor informasi dan komunikasi (Infokom) di setiap pemerintah daerah yang mempunyai hakekat misi sebagai aparatur pelayanan (service), pemberdayaan (Empowerment) dan pembangunan (Development).

Webster’s New World Dictionary medefinisikan Humas sebagai hubungan dengan masyarakat luas, seperti melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi koorporasi, organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan.

Humas adalah suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaannya melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya.(Frazier Moore, 2005:6).

Batasan Konsep

Kontribusi adalah sumbangsih atau sesuatu yang dapat diberikan. Kontribusi dalam penelitian ini adalah manfaat atau sumbangsih perangkat komputer dan fasilitas internet yang dalam pemanfaatannya menjadi alat pendukung bagi pelaksanaan tugas pada kantor humas dan kantor infokom di pemerintahan daerah.

Telematika dalam penelitian ini dibatasi sebagai perangkat komputer dan fasilitas internet. Produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah sebagai efisiensi, yaitu sebagai rasio antara hasil dan masukan dalam suatu proses yang menghasilkan suatu produk atau jasa.


Operasional konsep

Batasan konsep di atas dioperasionalisasikan melalui operasional konsep, yaitu Kontribusi, diukur oleh indikator ketersediaan perangkat komputer dan fasilitas internet, pemahaman tentang fungsi perangkat komputer dan internet, penguasaan pengoperasian perangkat komputer dan internet, penggunaan perangkat komputer dan perangkat internet.

Telematika, dibatasi hanya kepada perangkat komputer dan fasilitas internet. Diukur dengan indikator fungsi, yaitu fungsi akses data (input), fungsi pengolahan data, fungsi pendistribusian informasi

(output).

Produktivitas kerja, diukur dengan indikator volume pekerjaan (produksi) yang diraih, kontinuitas pekerjaan (produksi) yang terjaga, kendala yang dihadapi, umpan balik yang ditimbulkan, efisiensi waktu bekerja, kualitas pekerjaan, kepuasan bekerja, manfaat yang diperoleh, seperti penambahan pengetahuan dan wawasan.

Metode Penelitian

Metode penelitian ini adalah deskriptif (deskriptive studies). Metode ini adalah melihat dan menerangkan fenomena dari dinamika , menuturkan, menganalisa, menafsirkan, serta mengklasifikasikan realitas sosial yang terjadi pada obyek penelitian.

Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung, observasi tidak langsung, melalui daftar pertanyaan (kuesioner) tertutup dan terbuka.

Data sekunder, diperoleh dari data resmi pemerintah maupun swasta yang berhubungan dengan penelitian, serta dari data media massa, internet, dan sumber literatur lainnya. Pengolahan data dilakukan melalui program SPSS.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada kantor Humas dan Kantor Infokom pemerintah daerah yang dalam melaksanakan tugas sehari-harinya mempergunakan perangkat komputer dan fasilitas internet. Pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling) di mana setiap obyek dalam populasi memiliki peluang yang sama.

Lokasi penelitian di 28 kantor humas atau kantor pada pemerintah daerah yang ada di empat provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Lokasi penelitian di Provinsi Jawa Barat meliputi : Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya. Kota Cirebon. Kabupaten Cirebon. Dan di Kabupaten Kuningan.

Lokasi penelitian di Provinsi Banten meliputi : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan di Kota Tangerang. Lokasi penelitian di Provinsi Lampung meliputi : Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, dan di Kota Metro. Lokasi penelitian di Provinsi Sumatera Selatan meliputi : Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.


ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Identitas Responden

Data responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 542 responden, terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) pada Kantor/ bagian Humas sebanyak 222 responden ( 41%), PNS pada kantor informasi dan komunikasi sebanyak 262 responden (48,3%) dan sebanyak 58 responden (10,7%) sebagai tenaga honorer.

Berdasarkan jenis kelaminnya, responden laki-laki 314 orang (57.9%), dan responden perempuan 228 orang (42,1%). Dari status usia yang dalam penelitian ini dibatasi antara usia 15 sampai dengan 51 tahun, responden yang berumur antara 15 - 20 tahun 3 orang (0,6%), antara 21 - 25 tahun 53 orang (9.8%). Responden yang berusia antara 26 - 30 tahun 126 responden (23,2%), responden yang berusia antara 31 - 35 tahun 92 orang (17%), dan yang berusia antara 36 - 40 tahun 73 orang (13,5%). Responden yang berusia antara 41 - 45 tahun 82 orang (15,1%), yang berusia antara 46 - 50 tahun 74 orang, dan responden yang berusia di atas 50 tahun 39 orang (7,2%). Dilihat dari perolehan data di atas, maka prosentase terbesar dari responden dalam penelitian ini berusia antara 26 – 30 tahun. Dari 542 responden, mayoritas beragama Islam, yaitu 535 orang (98,7%). Responden yang beragama Kristen 5 orang (0,9%), dan beragama Katholik 2 orang (0,4%).

Data tingkat pendidikan menunjukkan, 2 orang responden berpendidikan SD (0,4%), SMP 10 orang (1,8%), dan SMA 261 orang (48,2%) yang merupakan tingkat pendidikan terbanyak dalam responden penelitian ini. Responden yang berpendidikan Diploma 54 orang (10%), sarjana muda 48 orang (8,9%), sarjana 146 orang (26,9%), dan S2 21 orang (3,9%)

Data status perkawinan responden menunjukkan 160 responden (29,5%) belum menikah, 373 responden (68,8%) sudah menikah, 9 responden (1,7%) berstatus janda atau duda. Terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) pada Kantor/ bagian Humas 222 responden (41%), PNS pada kantor informasi dan komunikasi 262 responden (48,3%) dan 58 responden (10,7%) sebagai tenaga honorer.

Data tentang jabatan responden sebagian besar adalah sebagai pengelola komputer dan internet di tempat kerjanya yaitu 478 orang (88,2%), pejabat fungsional 8 orang (1,5%), pejabat struktural 37 orang (6,8%), dan 19 orang (3,5%) sebagai staf.

Dilihat dari bidang pekerjaan responden, terdapat perangkapan antara jabatan dengan bidang pekerjaan. Sebanyak 455 reponden (83%) mempunyai bidang pekerjaan administrasi, 52 orang (9,6%) sebagai operator komputer, dan 35 orang (35%) sebagai staf seksi . Ketersediaan Dan Penguasaan Sarana Komputer Dan Fasilitas Internet

Sebanyak 232 responden (42,6%) telah memahami tentang fungsi perangkat komputer, 205 responden (37,8%) yang menyatakan cukup memahami 54 responden (10%) tidak memahami, dan 51 responden (9,4%) menjawab sangat memahami tentang fungsi perangkat komputer. Data tersebut menunjukkan, sebagian besar responden memahami dan cukup memahami tentang fungsi perangkat komputer.

Tentang penguasaan komputer, 249 responden (45,9%) menyatakan cukup menguasai dalam mengoperasikan perangkat komputer, 190 responden (35,1%) menguasai, 71 responden (13,1%) menyatakan tidak menguasai, dan 32 responden (5,9%) sangat menguasai pengoperasian komputer. Data menunjukkan jumlah responden yang tidak memahami fungsi perangkat komputer hampir sebanding jumlahnya dengan responden yang menyatakan tidak menguasai pengoperasian perangkat komputer.

Penggunaan komputer dalam bekerja, sebanyak 467 responden (86,2%) mempergunakan perangkat komputer dalam bekerjanya, dan 75 responden (13,8%) menyatakan tidak mempergunakan perangkat komputer.

Frekuensi penggunaan komputer dalam bekerja, dari 467 responden (86,2%) yang mempergunakan perangkat komputer dalam melaksanakan pekerjaannya, sebanyak 230 responden (49,3%) menyatakan sering mempergunakan perangkat komputer, 132 responden (28,3%) menyatakan kadang-kadang, dan 105 responden sering sekali mempergunakan perangkat komputer.

Sebanyak 458 responden (84,5%) menyatakan bahwa dalam melaksanakan pekerjaannya mempergunakan perangkat komputer masing-masing, dan hanya sebanyak 84 responden (15,5%) yang tidak secara khusus mempunyai fasilitas perangkat komputer. Data tersebut menunjukkan bahwa responden dalam melaksanakan pekerjaannya telah ditunjang oleh perangkat komputer, hal ini menunjukkan bahwa perangkat komputer telah menjadi penunjang operasionalisasi pada setiap bidang pekerjaan.

Berkaitan dengan kondisi perangkat komputer, 207 responden (38,2%) menyatakan kondisi perangkat komputer yang ada cukup memadai, 144 responden (26,6%) menyatakan memadai, 143 responden (26,4%) menyatakan tidak memadai, dan 48 responden (8,9%) menyatakan kondisi perangkat komputer yang ada sangat memadai. Data menunjukkan, terdapat prosentase pendapat atau jawaban yang hampir seimbang tentang kondisi perangkat komputer yang memadai dan tidak memadai.

Tentang kelengkapan fasilitas internet, dari 542 responden, 300 responden (55,4%) menyatakan perangkat komputer yang ada dilengkapi dengan fasilitas internet, dan 242 responden (44,6%) menjawab tidak dilengkapi dengan fasilitas internet. Data tersebut menunjukkan, terdapat prosentase jawaban yang hampir seimbang atau sama antara perangkat komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet dengan yang tidak dilengkapi. Hal ini dimungkinkan karena jenis pekerjaan yang dilaksanakan, di mana tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet. Bahkan, sebagian besar jenis pekerjaan hanya membutuhkan perangkat komputer sebagai media pengolah data atau pengetikan surat menyurat, dan penyimpan data.

Selain pemahaman tentang fungsi internet, 212 responden (39,1%) cukup memahami, 177 responden (32,7%) menyatakan memahami 129 responden (23,8%) tidak memahami, dan 24 responden (4,4%) menjawab sangat memahami tentang fungsi fasilitas internet. Data tersebut menunjukkan, sebagian besar responden cukup memahami dan sangat memahami tentang fungsi fasilitas internet.

Penguasaan internet, 193 responden (35,6%) menyatakan cukup menguasai mengakses internet, 171 responden (31,5%) tidak menguasai, 158 responden (29,2%) menguasai, dan 20 responden (3,7%) sangat menguasai cara mengakses internet. Jumlah responden yang tidak menguasai cara mengakses internet sangat bersifat normatif, bahwa cara mengakses internet tidak sekedar mendownload situs yang sudah umum, tetapi mengakses internet lebih luas. Rersponden dengan tingkat pendidikan SLTA merupakan responden yang paling banyak menguasai cara mengakses fasilitas internet.

Data penelitian juga menunjukkan, 309 responden (57,0%) ternyata tidak mempergunakan fasilitas internet dalam melakukan pekerjaannya, dan sebanyak 233 responden (43,0%) mempergunakan fasilitas internet dalam melakukan pekerjaannya. Data menunjukkan, jumlah jawaban yang hampir seimbang antara bekerja dengan dukungan atau mempergunakan fasilitas internet dengan yang tidak mempergunakan. Hal ini dimungkinkan tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet.

Kesesuaian Antara Fungsi Komputer / Internet Dengan Tugas Pokok Dan Fungsi

Sebanyak 392 responden (72,3%)berpendapat bahwa perangkat komputer sangat dibutuhkan di kantor, 130 responden (24,0%) mengatakan dibutuhkan dan 18 responden (3,3%) cukup dibutuhkan, dan hanya 2 responden (0,4%) menyatakan tidak dibutuhkan.

Sebanyak 1939 responden (71,5%) menyatakan bahwa perangkat komputer digunakan untuk melakukan pengetikan surat dan sejenisnya. 650 responden (24.%) mempergunakan komputer untuk mengetik press release, 90 responden (3,3%) mempergunakan untuk menyimpan data, dan sebanyak 31 responden (1,1%) mempergunakan komputer untuk mengolah data.

Sebanyak 262 responden (48,3%) demikian pula pengakuan dari 222 responden (41,0%) menyatakan, fasilitas internet dibutuhkan. Hanya 51 responden (9,4%) yang menyatakan fasilitas internet cukup dibutuhkan serta 7 responden (1,3%) fasilitas internet tidak dibutuhkan. Data ini menunjukkan instansi pemerintah seperti humas atau dinas infokom merupakan salah satu instansi yang sangat membutuhkan fasilitas internet. Di lingkup pemerintahan pemakaian internet merupakan suatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi serta menjadi prasyarat kunci untuk menumbuhkan kemandirian, menambah wawasan, serta pemenuhan tugas pokok dan fungsinya.

Sebanyak 768 responden (48,3%) menyatakan fasilitas internet dipergunakan untuk mencari data. 666 responden (40%) untuk keperluan mengolah data. 153 responden (9,4%) untuk keperluan mendistribusikan informasi, dan 21 reponden (1,3%) mempergunakan intrnet sebagai media online. Data ini menunjukkan, sebagai karyawan Humas dan Dinas Infokom yang salah satu tugas pokok dan fungsinya memberikan berbagai informasi kepada masyarakat maka kehadiran internet merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi mereka karena internet yang merupakan gudang data dan informasi mampu memenuhi kebutuhan mereka akan data dan informasi.

Berbagai fasilitas yang ditawarkan internet seperti e-mail yang telah menjadi sarana interaksi dan komunikasi baru dalam masyarakat, ternyata juga dimanfaatkan oleh karyawan Humas dan Dinas Infokom untuk mendistribusikan data dan informasi. Internet juga dimanfaatkan sebagai media on-line, yakni menyebarluaskan berbagai informasi kepada masyarakat melalui internet.

Mengenai jenis data yang diakses melalui internet, Sebanyak 768 responden (48,3%) mempergunakan untuk mengakses data tentang pemerintahan, 666 responden (40%) untuk mengakses data sosial kemasyarakatan. Sebanyak 153 responden (9,4%) untuk mengakses data tentang politik, hukum, sementara 21 responden (1,3%) untuk mengakses data lain-lain sesuai keperluannya.

Dari hasil penelitian ini diketahui, data tentang pemerintahan adalah jenis data yang paling banyak diakses oleh responden. Sebagai orang pemerintahan tentu sangat wajar jika mereka juga ingin mengetahui data tentang pemerintahan, kemudian data tentang sosial kemasyarakatan merupakan data terbanyak kedua setelah data tentang pemerintahan yang diakses oleh responden. Responden ternyata juga banyak mengakses jenis data mengenai politik, hukum dan budaya. Jenis-jenis data yang diakses oleh responden tersebut merupakan salah satu langkah untuk menambah wawasan mereka terutama karena memang tugas pokok dan fungsi mereka mengharuskan mereka untuk memiliki wawasan yang cukup tinggi, dengan berbekal wawasan tersebut mereka diharapkan dapat menginformasikan kembali kepada masyarakat.

Data tentang pemanfaatan website sebagai media online menunjukkan, 350 responden (64,6%) memanfaatkan website sebagai media online, sementara 192 responden tidak memanfaatkan website sebagai media online. Data di atas memperlihatkan bahwa beberapa pemerintah daerah terutama di Propinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan telah memanfaatkan website sebagai media on-line artinya bahwa berbagai data atau informasi yang ada di website tersebut dapat diakses oleh masyarakat, bahkan beberapa daerah telah pula memanfaatkan website sebagai media interaksi antara pejabat dengan masyarakatnya.

Pada sisi lain, tidak dimanfaatkannya website sebagai media on-line mungkin disebabkan belum tersedianya sumber daya manusia yang mengelolanya, karena untuk membangun sebuah website memang diperlukan sumber daya manusia yang memadai, di samping itu mungkin juga belum adanya dukungan finansial dari pemerintah daerah setempat.

Berkaitan dengan pemanfaatan website, data tentang frekuensi pemanfaatan website menunjukkan, sebanyak 52 responden (14,9%) menyatakan sering sekali memanfaatkan website sebagai media on- line. Bagi mereka website dapat dijadikan media untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak sehingga tidak mengherankan jika mereka sangat sering memanfaatkannya sebagai media on-line. Sebanyak 166 responden (47,4%) menyatakan bahwa mereka sering memanfaatkan website sebagai media on-line, dan 132 responden (37,7%) menyatakan sering sekali. Frekuensi atau tingkat keseringan memanfaatkan website sebagai media on-line disebabkan karena memang tugas pokok mereka sehari-hari sebagai karyawan Humas atau Dinas Infokom mengharuskannya memanfaatkan website untuk memberikan informasi kepada khalayak secara on-line. Responden yang hanya kadang-kadang saja memanfaatkan website sebagai media on-line, karena tugas pokok mereka tidak secara langsung bersinggungan dengan internet.

Sebanyak 122 responden (22,5%) berpendapat bahwa perangkat komputer sangat sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka, 266 responden (49,1%) berpendapat bahwa perangkat komputer sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka dan hanya 16 responden (3,0%) yang berpendapat bahwa perangkat komputer tidak sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka. Aktivitas bekerja yang memang sangat membutuhkan kehadiran komputer, karena perangkat tersebut mampu mempercepat menyelesaikan pekerjaan, mampu menyimpan data dan mampu mengolah data sesuai yang kita inginkan.

Sebanyak 243 responden (44,8%) berpendapat fasilitas internet sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden, 142 responden (26,2%) berpendapat cukup sesuai, maupun 85 responden (15,7%) berpendapat sangat sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden, sementara itu 72 responden (13,3%) berpendapat tidak sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden. Bagi karyawan Humas atau Dinas Infokom internet mungkin sudah menjadi kebutuhan utama mereka untuk memperoleh berbagai macam informasi yang mereka butuhkan, melakukan komunikasi dapat pula dilakukan dengan cepat sehingga sangat wajar jika mereka berpendapat internet sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka, begitu pula sebaliknya.

Sebanyak 260 orang (48%) menyatakan dalam melaksanakan tugas kantor ditunjang dengan menggunakan perangkat komputer dinilai efisien atau dapat menghemat waktu. 150 responden (27,70%) lebih tegas lagi menyatakan sangat efisien. 125 responden (23,10%) menyatakan cukup efisien. Sementara 7 responden (1,30%) menyatakan tidak efisien. Pengetikan, penyusunan, pengolahan dan penyimpanan data bisa berlangsung cepat, kemudian praktis/mudah dalam mencari data yang tersimpan, ekonomis tidak memerlukan banyak tenaga dan biaya, oleh seorang tenaga operator komputer saja bisa selesai dengan cepat, jadi benar-benar efisien waktu dan tenaga.

Sebanyak 303 orang (55,90%) menyatakan dengan menggunakan komputer kuantitas pekerjaan menjadi meningkat. 90 responden (16,60%), menyatakan sangat meningkat.140 responden (25,80%) menyatakan cukup meningkat. Sementara 9 responden (1,70%) menyatakan tidak meningkat. Kinerja komputer sangat cepat dan akurat. Oleh karena dalam meningkatkan pelayanan publik, perangkat komputer mutlak harus ada. Kalau tidak, instansi/kantor pemerintah pelayan publik ini dengan tidak memilliki komputer akan selalu lambat dalam memberi pelayanannya dan tidak akan memuaskan masyarakat sebagai konsumennya.

Sebanyak 289 responden (53,30%) menyatakan, dengan menggunakan komputer kualitas pekerjaannya meningkat 97 responden (17,90%) menyatakan sangat meningkat 150 responden (27,70%) menyatakan cukup meningkat. Terdapat 6 responden (1,10%) yang menyatakan dengan menggunakan komputer kualitas pekerjaannya tidak meningkat.

Sebanyak 268 responden (49,40%), menyatakan merasa puas bekerja dengan mempergunakan komputer. 92 responden (17%) mengungkapkan merasa sangat puas. 164 responden (30,3%) yang menyatakan cukup puas, namun sebanyak 18 responden (3,3%) menyatakan tidak puas . Ukuran kepuasan responden dapat diukur dari pekerjaannya dapat selesai sesuai dengan rencana, sehingga dinilai baik. Dalam arti setiap jenis pekerjaan dapat diselesaikan secara efekif dan tepat waktu.

Tentang kepuasan bekerja dengan mempergunakan internet,234 orang(43,2%) menyatakan efisien melaksanakan tugas kantor ditunjang dengan tersedianya internet. 69 responden (12,7%) lebih tegas lagi mengatakan sangat efisien. 184 responden (33,9%) menyatakan cukup efisien. Namun terdapat 35 responden (6,5%) menyatakan tidak efisien, dan 20 responden (3,7 %) justru menyatakan tidak tahu efisien atau tidaknya. Suatu pekerjaan dikatakan efisien, dimungkinkan karena dengan internet, pekerjaan seperti pencarian data, pengolahan data, penyusunan data, pengiriman data, dan penyimpanan serta penyebarluasan kembali data /informasi dapat dilakukan di kantor tempat bekerja. Demikian pula dalam hal pengiriman surat, data / informasi lainnya tidak perlu melalui kantor pos atau titipan kilat, cukup menggunakan e-mail. Dengan e-mail tidak memerlukan banyak waktu dan biaya.

Tentang peningkatan kuantitas pekerjaan dengan mempergunakan internet, 271 responden (50%) menyatakan dengan adanya internet kuantitas pekerjaan mereka menjadi meningkat. 164 responden (30,3%) menyatakan cukup meningkat. 50 responden (9,2%) menyatakan sangat meningkat. Sebaliknya, 37 responden (6,8%) menyatakan kuantitas pekerjaan tidak meningkat, dan 20 responden (3,7%) yang menyatakan tidak tahu. Kendatipun peningkatan dapat bersifat relatif, tergantung jenis dan kapan informasi itu dibutuhkan, namun dilihat dari jenis pekerjaan seperti pencarian, penyusunan, pengolahan, pengiriman informasi, dan lain-lain dengan internet, semua jenis pekerjaan dapat menjadi mudah dan cepat.

Di samping peningkatan kuantitas, 258 responden (47,6%) menyatakan dengan adanya internet kualitas pekerjaan mereka menjadi meningkat. 185 responden (34,1%) menyatakan cukup meningkat. 49 responden (9,0%) menyatakan sangat meningkat.

Sedangkan 30 responden (5,5%) menyatakan kualitas pekerjaan dengan mempergunakan internet tidak meningkat, dan 20 responden (3,7%) yang menyatakan tidak tahu.

Sama halnya dengan peningkatan secara kuantitas, peningkatan secara kualitas dapat bersifat relatif, tergantung jenis dan kapan informasi itu dibutuhkan, namun dilihat dari jenis pekerjaan seperti pencarian, penyusunan, pengolahan, pengiriman informasi, dan lain-lain dapat diukur peningkatannya. Dengan internet, semua data dapat lebih akurat, beragam, dan aktual.

Kepuasaan responden dalam bekerja dengan kehadiran internet di tempat bekerja, 217 orang (40%) merasa puas, 205 responden (37,8%) merasa cukup puas dan 53 responden (9,8%) merasa sangat puas. Sementara 47 responden (8,7%) menyatakan tidak puas, dan 20 responden (3,7%) menyatakan tidak tahu. Dengan adanya fasilitas internet, pegawai dimungkinkan tidak merasa jenuh untuk melaksanakan tugas kantor, bahkan dapat menimbulkan semangat baru lagi.

Demikian pula dengan kesesuaian antara kebutuhan fasilitas internet dengan tugas pokok pekerjaan, dari 542 responden, 540 responden (99,64%) menyatakan dibutuhkan karena sangat sesuai, sesuai dan cukup sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok pekerjaannya, dan hanya 2 responden (0,36%) yang menyatakan bahwa fasilitas internet tidak dibutuhkan

Kontribusi Telematika Bagi Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Humas Atau Kantor Infokom Pemerintah Daerah

Tentang kontribusi internet bagi produktivitas kerja, 786 (48,3%) menyatakan internet menambah pengetahuan. 656 reponden (40,3%) menyatakan meningkatkan wawasan, 153 responden (9,4%) menyatakan menimbulkan semangat kerja, serta 31 responden (1,9 %) menyatakan dapat meningkatkan karier. Internet memiliki kontribusi yang tinggi bagi peningkatan dan atau penambahan pengetahuan dan wawasan, kendatipun sebatas pengetahuan teknis pengoperasionalan, seperti tentang cara-cara mengakses, men-download, meng-upload, dan cara-cara teknis operasional lainnya.

Tentang hambatan yang dihadapi dalam menggunakan komputer, sebanyak 768 responden (48,3%) menyatakan yang menjadi hambatan dalam penggunaan komputer adalah faktor kemampuan dari sumber daya manusia (SDM). 646 responden (39,7%) menyatakan sarana/infrastrukturnya yang terbatas. 153 responden (9,4%) mengemukakan kebijakan intern, dan 41 responden (2,5%) mengatakan masalah anggaran.

Data di atas menunjukkan bahwa tidak semua aparat pemerintah (SDM) dapat mengoperasionalkan komputer, sekalipun di rumahnya ada komputer. Dalam arti tidak berimbang antara karyawan suatu instansi dengan sarana/ infrastruktur komputer yang tersedia. Akibatnya tidak semua karyawan dapat mencoba/ belajar mengoperasionalkan komputer di kantornya. Kebijakan intern dapat diartikan bahwa, kebijakan kepala kantor atau kepala seksi yang mengkhususkan karyawan membidangi komputer, yang lainnya tidak perlu. Akibatnya tidak semua karyawan dapat mengoperasionalkan komputer, karena mengandalkan karyawan tertentu saja.

Dalam hal anggaran, sering tidak ada anggaran untuk membeli komputer yang baru atau untuk mengikutsertakan karyawannya dalam diklat komputer baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun perguruan tinggi atau swasta, terutama bagi karyawan yang belum bisa atau belum tahu sama sekali cara-cara mengoperasionalkan komputer.

Tentang saran yang disampaikan responden kepada instansi tempatnya bekerja, sebanyak 527 responden (48,6%) menyarankan agar diadakan pelatihan khusus tentang komputer dan internet, agar mereka mahir mengoperasionalkan internet dan manfaatnya akan terasa signifikan bagi kepentingan instansi atau kantor maupun untuk pelayanan public 446 responden (41,1%) menyarankan pembiayaan untuk peningkatan SDM dan sarana komputer / internet harus ditingkatkan / maksimalkan, agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam pekerjaannya berjalan efektif dan efisien. 111 responden (10,2%), menyarankan, diperlukan pula koordinasi yang produktif antar instansi guna mempermudah dan mempercepat dalam memenuhi kebutuhan informasi dan berkomunikasi. Perlunya integrasi atau link situs di antara situs pemerintah, bekerjasama yang saling menguntungkan satu sama lain.

Data di atas menunjukkan, bahwa penggunaan komputer akan produktif dan berkontribusi terhadap pekerjaan apabila ditunjang oleh adanya pelatihan bagi karyawan dalam menguasai penggunaan komputer, pendanaan atau adanya alokasi anggaran yang cukup untuk penyediaan alat dan pelatihan, serta adanya koordinasi antar lembaga atau instansi dalam memanfaatkan perangkat komputer sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Ketersediaan dan penguasaan sarana komputer dan fasilitas internet

§ Ketersediaan dan penguasaan sarana komputer dan fasilitas internet menggambarkan bahwa perangkat komputer telah tersedia dan mempunyai kontribusi sebagai pendukung bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom .

§ Perangkat komputer telah menjadi penunjang operasionalisasi pada setiap bidang pekerjaan pada kantor humas dan inforkom.

§ Tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet. Sebagian besar jenis pekerjaan hanya membutuhkan perangkat komputer sebagai media pengolah data atau pengetikan surat menyurat, dan penyimpan data

§ Tidak semua karyawan mengakses internet dalam melakukan pekerjaannya, hal ini dikarenakan tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet.

Kesesuaian Antara Fungsi Komputer / Internet Dengan Tugas Pokok

Dan Fungsi

  • Fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet sangat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kantor humas dan infokom, sangat menunjang di dalam memberikan pelayanan informasi, pencarian dan pengolahan data, serta sebagai sarana pendistribusian data dan penyimpan data. Kesimpulan tersebut didasarkan bahwa perangkat komputer merupakan alat yang dapat membantu mempercepat pekerjaan mereka sehari-hari di kan

Jenis data yang paling banyak diakses oleh karyawan humas atau infokom adalah data tentang pemerintahan, data tentang sosial kemasyarakatan, data mengenai politik, hukum dan budaya.

Pemerintah daerah terutama di Propinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan telah memanfaatkan website sebagai media on-line artinya bahwa berbagai data atau informasi yang ada di website tersebut dapat diakses oleh masyarakat, bahkan beberapa daerah telah pula memanfaatkan website sebagai media interaksi antara pejabat dengan masyarakatnya.

Kontribusi Telematika Bagi Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Humas Dan Kantor Infokom Pemerintah Daerah

§ Telematika, khususnya perangkat komputer dan internet mempuyai kontribusi positif bagi produktivitas kerja pegawai pada Kantor Humas atau Kantor Infokom Pemerintah Daerah

§ Dengan adanya komputer dan internet di kantor humas dan infokom, pada hakikatnya bukan hanya untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian tugas kantor, tapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, terutama dalam hal pemberian informasi.

§ Perangkat komputer dan fasilitas Internet memiliki kontribusi yang tinggi bagi peningkatan dan atau penambahan pengetahuan dan wawasan.


Saran-saran

§ Pengadaan peralatan komputer dan fasilitas internet hendaknya terus ditingkatkan kapasitas fungsinya.

§ Penggunaan komputer akan produktif dan berkontribusi terhadap pekerjaan apabila ditunjang oleh ketersediaan perangkat dan adanya pelatihan bagi karyawan dalam penguasaan penggunaan komputer, adanya alokasi anggaran yang cukup, serta adanya koordinasi antar lembaga atau instansi dalam pemanfaatan TIK sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

§ Kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet hendaknya didukung oleh adanya sistem informasi di antara lembaga pemerintah, khususnya sistem informasi antar kantor humas atau infokom.

Ketersediaan, pemahaman dan kemampuan menggunakan perangkat komputer dan fasilitas internet sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom pada akhirnya haruslah bermuara pada kebijakan sentral yaitu untuk memberikan fungsi pelayanan informasi bagi masyarakat. Kehadiran perangkat komputer dan fasilitas internet yang telah berkontribusi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom, haruslah dapat dirasakan pula keberadaan dan manfaatnya oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

BPPI Jakarta. 2003. Pemerintahan dan Telematika : Himpunan Instruksi Presiden dan Peraturan Pemerintah Tahun 2003. Jakarta.

Indrajit, Eko. Richardus. Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi, Pengantar Konsep Dasar. Jakarta : Stimik Perbanas Renaissance Center.

Irmawati. 2004. Peranan Goal Setting Dalam Upaya Meningkatkan

Produktivitas Kerja Karyawan. Online

(http://www.library.usu.ac.id/download/fisip/fisip.irmawati) Moore, H.Frazier. 2005. Humas, Membangun Citra Dengan

Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Siagian, Sondang P.. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta : Roeka Cipta.

Sudirman, Ivan. 2003. Perkembangan Hardware Kompute. Online

(http://www.ilmukomputer.com/pengantar/ivansudirman- hardwarekomputer.php).

http://www.Law.ui.ac.id http://www.pempropsu.go.id

1 komentar:

  1. Info Penting tentang Seminar Nasional dan Pameran TekPend 2009.Lihat di http://fatamorghana.wordpress.com

    BalasHapus