Minggu, 11 Januari 2009

ICT di Thailand

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Salah satu perubahan yang saat ini tengah terjadi adalah transformasi menuju era masyarakat informasi, kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas telah membuka peluang bagi pengaksesan, pengolahan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.
Dan seiring perkembangan zaman yang semakin canggih dan informasi semakin mudah didapat, ini menuntut kita untuk terus mengetahui perkembangan tersebut. Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dengan meningkatkan potensi kita, akan menyebabkan kita lebih banyak diperbudak dan dibodohi oleh tekhnologi yang semakin canggih.
Dalam penulisan makalah ini Penulis ingin mengetahui bagaimana dan sejauh mana pemanfaatan ICT di berbagai negara khususnya di negara Thailand. Selain itu makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar TIK.
1.2 Rumusan masalah
• Sejauh mana pemanfaatan ICT di Negara Thailand khususnya di bidang pendidikan ?
• Apakah pemerintah Thailand membuat website untuk pendidikan di setiap sekolah ?
• Pada ruang lingkup apa saja pemerintah thailand menerapakan ICT ?

1.3 Tujuan Penyusunan Makalah
Yang menjadi tujuan dalam penyusunan makalah ini tiada lain adalah hal-hal yang tidak lepas dari rumusan masalah di atas, yaitu untuk :
  • Mengetahui sejauh mana pemanfaatan ICT di negara Thailand khususnya dalam bidang pendidikan.
  • Mengetahui apakah pemerintah Thailand membuat website untuk pendidikan.
  • Mengetahui pada ruang lingkup apa saja pemerintah Thailand menerapkan pemanfaatan ICT
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi tik(ICT)
Kata Teknologi ternyata memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang diciptakan untuk menolong manusia menyelesaikan masalahnya dengan lebih cepat, singkat dan mudah. Jika ditinjau dari asal sebuah kata teknologi. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, atau techne yang mempunyai arti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi merupakan sesuatu yang mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.
Sedangkan Information, Communication and Technology merupakan sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua bagian diantaranya yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian dari sebuah informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006).
Tercakup dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur computer maupun telekomunikasi. Istilah TIK atau ICT (Information and Communication Technology), atau yang tersebar di kalangan negara Asia dalam istilah Bahasa Inggris disebut sebagai Infocom, muncul setelah berpadunya teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya) dan teknologi komunikasi sebagai sarana penyebaran informasi pada paruh kedua abad ke-20
2.2 Pemanfaatan ICT di Thailand
Pemanfaatan ICT di Thailand cukup pesat karena pemerintahnya memang benar-benar mendukung dan memfalisitasi warga negaranya dalam mengembangkan mutu SDM nya, sehingga Thailand benar-benar memiliki banyak potensi menjadi pusat ICT. Tidak hanya itu pemerintah pun membuat web untuk pendidikan dan bahkan masyarakat pemerintah membuat internet public yan bisa di nikmati oleh masyarakat dengan cuma-cuma agar semua masyarakat tau tentang segala informasi yang sednag berkembang. Selain itu, dalam proses pemerintahan pun Thailand menyediakan web di setiap daerah-daerah juga pusat. Dan semua itu mencakup bidang ekonomi negara, kebutuhan masyarakat, karena benar-benar mempermudah semua masyarakatnya untuk mengakses, membayar, dan melakukan segala hal dengan kemajuan teknoogi informasi dan komunikasi yang ada.
2.3 Ruang lingkup pemanfaatan ICT
2.3.1 lingkup pendidikan
Pemerintah Thailand membuat sekolah menjaring yaitu schoolnet dimana schoolnet ini bisa menghubungkan jaringan – jaringan internet di berbagai sekolah. sekitar tahun 1995, Schoolnet sukses mencapai target menghubungkan 20 sekolah. kemudian, jumlah ini berangsur-angsur telah meningkat, kapasitas maksimum infrastruktur akses di tahap pertama tahun 1999 meningkat menjadi 1500. Oktober 1999, pemerintah telah menyetujui perluasan Schoolnet untuk menjadi 5000 sekolah yang tersebar di seluruh Negara. Sixth-Cycle Raja Harilahir. merencanakan, semua sekolah menengah, kecuali mereka yang tanpa listrik dan atau bentuk telepon, lebih dari 1,000 sekolah dasar, akan mampu mengakses Internet. Mulai dari Oktober 2002, ada kira-kira 4,600 sekolah yang dihubungkan ke Schoolnet, dengan kira-kira 1,500 mampu menikmati websites mereka sendiri. Dari Oktober 2002, akses yang melayani bagian dari Schoolnet akan digabungkan dengan Kementerian yang mengurus Jaringan di bidang pendidikan ( Ednet), yang mana bertanggung jawab untuk manajemen sistem pendidikan di Thailand, untuk mengatur dan memperluas kira-kira 34,000 sekolah di seluruh negara.
Selain pendidikan formal, ada juga dalam pendidikan non formalnya untuk ICT Rencananya untuk 2005-2008 ONFEC memusatkan pada empat area, kemudahan untuk meningkatkan mutu ICT, jasa kedua-duanya untuk administrasi dan untuk pelajaran kekal, menyediakan ICT infrastruktur untuk yang lokal belajar pusat dan ICT pengembangan personil.
meNurut rencana, ONFEC mengarahkan untuk mengembangkan berbagai elektronik belajar material, meningkatkan mutu pendidikan jarak jauh, menyediakan suatu courseware pusat, mempromosikan e-learning, mengembangkan e-books dan menyediakan e-libraries. Untuk meningkatkan mutu ICT administrasi dan jasa, suatu ICT akan beroperasi untuk membentuk co-ordinate dengan organisasi lain dan untuk mempromosikan penggunaan ICT di dalam administrasi dan e-service. ONFEC merencanakan yang akan bekerja bersama GO/NGO dan masyarakat lokal untuk meningkatkan infrastruktur ICT di dalam yang belajar pusat lokal untuk berbagi sumber daya, terutama komputer dan perangkat lunak. Mengenai pengembangan ICT, ONFEC akan mengorganisir tempat kerja pelatihan pada penggunaan ICT bagi kedua-duanya pendidik tidak formal seperti halnya para siswa pendidikan tidak formal. akan mempromosikan riset dan pengembangan ICT untuk belajar yang optimal.
Dalam Pendidikan Tidak formal, ICT dilihat sebagai alat pengembangan untuk pelajaran yang kekal. ICT merupakan suatu peran utama baik dalam manajemen bidang pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. ICT dilihat sebagai alat untuk perumusan berbagai database seperti halnya untuk penghamburan pengetahuan dan informasi untuk menyesuaikan kebutuhan target orang-orang. ONFEC telah menargetkan untuk menyusun suatu database para pekerja seluruh negeri untuk merencanakan program bidang pendidikan dan untuk meningkatkan mutu pendidikan mereka. Juga, dalam pendidikan dasar tidak formal, IT merupakan program yang telah digunakan dalam semua institusi tidak formal untuk menyempurnakan efektivitas manajemen pendidikan dan untuk meyakinkan informasi itu dapat ditukar dan ditransfer. ONFEC bertanggung jawab untuk pengembangan program IT dan melaksanakan tempat kerja pelatihan para pengguna pendidikan tidak formal. Suatu kurikulum online bank kini sedang dalam proses. ONFEC mengasuh internet server dan yang diperlukan perangkat lunak, pusat pendidikan tidak formal di regional menyusun kurikulum lokal di daerah yang masing-masing mereka mengupload] ke server. Ini akan menjadi mungkin untuk kurikulum berbagai institusi bidang pendidikan kedua-duanya yaitu pendidikan formal dan tidak formal.
Ada juga Web Lokasi yang telah digunakan oleh organisasi formal. Pendidikan tidak formal di provinsi pusat mempunyai lokasi web mereka sendiri. Ednet merupakan Proyek yang menyediakan pusat pendidikan tidak formal dan membebaskan akses internet via kecepatan tinggi dan menyewanya dalam bentuk dan dial-up modems. ONFEC telah mengalokasikan pembelanjaan provinsi pusat dan pusat regional untuk menyediakan dan memelihara internet server. Personil yang mengarahkan . ke administrasi server dipegang secara teratur. Banyak tuan rumah pusat provinsi lokasi web mereka pada ONFEC server di Bangkok sebagai sub-domain Lokasi Web ONFEC's. Lokasi Web provinsi memusatkan pada berita dan peristiwa yang sedang terjadi. Hampir semua lokasi web mempekerjakan suatu web-board sebagai alat komunikasi antara para pemakai dan pusat provinsi. Macromedia Dreamweaver adalah alat favorit untuk membangun halaman web. Beberapa lokasi menggunakan Animasi Kilat untuk membuat menjadi menarik. Hanya sedikit catatan sisi server untuk penggunaan dan database.
Selain itu, mereka juga mempunyai program telivisi pendidikan,
Pusat untuk Teknologi Pendidikan ( CET) di bawah ONFEC bertanggung jawab untuk produksi dan penyiaran program televisi dan radio bidang pendidikan, media komputer bidang pendidikan, media untuk yang dilumpuhkan, hasil cetakan, seperti halnya video dan tape audio untuk melengkapi material ada di dalam pendidikan yang formal, tidak formal dan life-long sektor pendidikan. CET stasiun Televisi Bidang pendidikan ( ETV). ETV menyiarkan 15 jam setiap harinya untuk mendukung sistem pendidikan formal dan tidak formal. ONFEC telah membagi-bagikan ETV satelit yang menetapkan berbagai pendidikan tidak formal dapat belajar dari pusat pendidikan seperti halnyadi sekolah.
CET juga mempunyai radio bidang pendidikan untuk mendukung pendidikan formal, pendidikan dan tidak formal. Stasiun radio CET's siaran selama 14 jam setiiap harinya.dan ada pada gelombang FM 92 MHZ dan AM 1161 KHZ.
Pendidikan Jarak jauh adalah bagian dari pendididkan tidak formal. Institut Pendidikan Jarak ( DSI) mengkoordinir pendidikan jarak jauh, seperti halnya ONFEC memandang pendidikan jarak jauh harus benar – benar sampai kepada masyarakat. Dua jenis kursus ditawarkan melalui pendidikan jarak jauh ini, program ekwivalensi sekolah atau pendidikan basis dasar dan kursus pendek/singkat untuk life-long pendidikan. Dalam beberapa kursus, , ada beberapa menemani VCD material juga. Para siswa mengejar studi mereka sendiri. Beberapa boleh menghadiri privat kelas. Mereka perlu mengikuti ujian pada akhir semester. Lagipula, mereka harus menghadiri suatu seminar sebelum wisuda. DSI mengembangkan suatu lokasi web untuk berkomunikasi dengan para siswa pendidikan jarak jauh. Dan Web adalah saluran komunikasi yang utama.
DSI juga menawarkan kursus pendek/singkat melalui pendidikan jarak jauh. Pusat Pendidikan tidak formal regional bergabung dalam usaha ini untuk menawarkan kursus pendek/singkat. Kursus dikembangkan bersama antar DSI dan pendidikan tidak formal regional pusat.
Selain itu,Pusat Pendidikan Tidak formal di Regional pusat (CRNFE) menawarkan e-learning pada kursus pendek/singkat untuk masyarakat. URL e-learning lokasi web adalah http://www.crnfe.ac.th. Mulai dari Maret 31, 2006, ada 4,500 siswa yang mendaftar.
Sekarang, ada 16 kursus pendek/singkat yang memerlukan pendaftaran. Pendaftaran nya pun bebas. Bagaimanapun, jika seorang siswa memerlukan sertifikasi, ia harus mengikuti ujian terlebih dahulu. Ia memilih tempat dan pengawasnya. Setelah melakukan persetujuan, CRNFE kemudian mengirimkan ujian pada kertas kepada pengawas mahasiswa itu. Pengujian Siswa dapat secara langsung uploaded ke Lokasi Web CRNFE's atau dapat mengirimkannya ke CRNFE dengan penggunaan pos konvensional.
Jumlah para siswa yang mendaftar pada setiap kursus selama suatu periode waktu tertentu. secara otomatis akan memeriksa dan mengirimkan informasi ke para siswa setiap harinya. juga mengizinkan siswa untuk mendaftarkan nama mereka via email untuk mendaftar dan menerima berita dan informasi via email juga. Sistem Pendaftaran kan diperiksa, jika email siswa sudah on-line maka akan dikonfirmasikan pendaftaran nya dari email nya. Para siswa juga bisa saling berhubungan dengan siswa lain dan para guru melalui web, email dan percakapan telepon.
2.3.2 lingkup masyarakat luas
Dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di negaranya, pemerintah thailand menciptakan internet public bernama TOT.
TOT ini di ciptakan Untuk menyediakan kesempatan sama bagi semua Warganegaranya untuk menggunakan Internet, TOT meluncurkan Proyek public internet ini beberapa tahun yang lalu. Pada awalnya, 300 Internet Publik internet adalah susunan di dalam TOT yang melayani kantor di area utama. Sekarang, jasa ini tersedia di seluruh negeri Thailand. Masing-Masing mempunyai suatu PC dengan suatu 56K modem dan suatu web TOT browser program untuk memungkinkan para pemakaimembukanya. Seorang pemakai harus membeli suatu kartu TOT untuk menggunakan pada TOT Internet Publik warung. Bebannya akan mengurangi dari kartu ini yang meliputi suatu pembayaran koneksi 3 baht per menit akan di potong 2 baht.
Di tahun 2002, TOT memperkenalkan TOT-ONLINE yang menyediakan jasa layanan Internet cuma-Cuma, Akses untuk semua para langganan telepon di Thailand. sekarang ini, para pelanggan TOT dapat memperoleh Internet Akses cuma-cuma dengan pengoperasian telpon suatu nomor dengan jumlah akses 1222. Masing-Masing satu jam dalam rangka menyediakan pembagian yang adil melayani kepada para pemakai massa.
' Tambon', atau kecamatan, adalah suatu desa/kampung. Di Thailand, ada kira-kira 7,000 Tambon.di Pemerintah kecamatan pun di buat dengan tujuan untuk menyediakan suatu akses Internet untuk semua Tambon Kantor Administrasi. di tahun 2001 dibuat layanan yang tersedia untuk 1,000 Tambon Kantor, tambahan 3,000 kantor di tahun 2002, dan 3,000 kantor di tahun 2003. Pada awalnya, proyek ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Internet dan penggunaan Tambon Kantor, terutama untuk komunikasi mereka dengan tambon yang lain,.Meskipun demikian, untuk membuat suatu penggunaan Internet yang efektif, pemerintah mendorong semua Tambon Kantor untuk membuat layanan ini tersedia yang juga ke anggota masyarakat Tambonnya.
2.3.3 lingkup ekonomi negara
Berdasarkan persetujuan, menteri teknologi informasi dan komunikasi, Thailand akan menyediakan fasilitas dan sumber daya seperti halnya tenaga ahli kunci untuk program acara pelatihan. Kurikulum, Yang akan memusatkan pada berbagai bisnis dan aspek telecommunication/ICT mengenai keuangan di Daerah Asia-Pacific, akan bersama-sama dikembangkan dengan Coe Mitra. Dan akan menyediakan dana untuk merekrut tenaga ahli dan dalam masa 18 bulan dan akan memonitor dan mengevaluasi programnya.
Tujuan utama Asia Dan Pacific Coe Proyek adalah untuk membangun suatu self-sufficient dan mekanisme yang bisa mendukung daerah untuk memperkuat kapasitas ICT melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Pada 2006 kemarin, Bangkok Thailand membuat pameran ICT yang banyak mendatangkan usahawan yang asing dan usahawan local. .. 250 perusahaan . menyiapkan pameran . teknologi mereka. ketika berita Pameran diterbitkan, usahawan dari seberang bola bumi berlomba-lomab untuk datang.dari situ Thailand telah mempromosikan perkemabangan ICT nya secara langsung dan secara tidak langsung, menggunakan pameran promosi internasional untuk mewujudkan visi nya untuk Pameran kepada dunia.ICT Pameran 2006 Bangkok Thailand Exhibitor Internasional sudah menghadiri perdagangan multilateral, di mana organisasi yang menyediakan investasi menerangkan, mereka telah dilibatkan untuk perkembangan industri. Pertemuan itu untuk menciptakan peluang untuk perusahaan menanam modal dalam proyek Teknologi Informasi Dan Komunikasi, Agen Promosi Industri Perangkat lunak ( Organisasi Publik), Dewan Investasi Thailand ( BOI), menanam Perangkat lunak untuk memungkinkan investasi di sini E-Gov Asia 2006, dan ASOCIO ED Yang bertemu di Seoul, Negara Korea. Menterinya sudah berjumpa dengan wakil sembilan kedutaan asing, untuk membantu menyampaikan berita Pameran yang akan datang . Pada pertengahan bulan ini, akan pergike Cebit Australia Austria, Singapura Dan Jepang.
Asia ICT Koneksi Di Pameran, Ict Thailand akan hadir dalam inovasi yang terakhir pada topik berkisar antara ICT Menara, E-Government, E-Industry Dan E-Education, ke e-Societ. CM yang merupakan Perusahaan Umum Organisator Yang yang terbatas dipromosikan di Pameran ini akan menciptakan peluang unik untuk usahawan. Kerja sama Global di dalam ICT, Masing-Masing Usahawan diberi 20 menit untuk memperkenalkan teknologi dan barang terakhir nya kepada usahawan agar tertarik. suatu metode yang secara luas bekerja pada pameran ICT internasional. Tema ICT tahun ini Pameran adalah ‘Asia ICT Connection: Global Collaboration in ICT Trade, Investment and Development.’ Tujuan nya adalah memamerkan Thailand yang potensial dan mempunyai kompetisi di dalam industri ICT dan menunjukkan kesiap-siagaan nya untuk menjadi pemimpin di Bagian ASEAN.
2.4 Peningkatan mutu ICT di pemerintahan Thailand
kebijakan pemerintah Thailand pada 06/08/2004 mengenai ICTelah mendapatkan peran yang penting. Sadar akan pentingnya ICT, Pemerintah Thai telah memberi;dukungan kuat untuk pengembangan ICT. juga telah mengumumkan suatu kebijakan yaitu untuk menjelmakan Thailand pusat kegiatan regional ICT.
kerangka kebijakan pertama menetapkan target untuk mengembangkan dasar basis untuk infrastruktur ICT yang mencakup pengembangan sumber daya manusia. Kerangka ini telah diikuti, kerangka kebijakan ini diterapkan dari 2001 – 2010. Ada tiga sasaran hasil kerangka kebijakan 2010. Sasaran yang pertama adalah untuk meningkatkan mutu status Thailand, pemimpinnya potensial, Program Pengembangan Perserikatan Bangsa-Bangsanya meningkat, Indeks Prestasi Teknologi akan digunakan untuk pengukuran.
Sasaran yang kedua adalah untuk meningkatkan banyaknya para pekerja knowledge-based di Thailand dari 12 persen menjadi 30 persen dari total semua angkatan kerja. Sasaran yang ketiga adalah untuk meningkatkan proporsi industri knowledge-based. Dalam rangka mencapai sasaran hasil ini, kerangka kebijakan IT 2010 menetapkan strategi untuk lima area pengembangan utama diantaranya : e-Government, e-Commerce, e-Industry, e-Education, dan e-Society.
E-Government melibatkan penggunaan alat-alat ICT, seperti Internet dan sistem elektronik, untuk meningkatkan efisiensi dari sistem utama di dalam E-Government Program pemerintahan menjadi prakarsa bagian dari e-ASEAN dan e-Thailand. Dan akan menyediakan jasa ke warganegara dengan cepat dan dengan efisiensi. Pemerintah berniat untuk meningkatkan sistem ICT itu dan memperluasnya untuk jabatan dalam pemerintahan dan ini jangka panjang sampai dengan 2010.
E-Commerce mengacu pada penggunaan e-communication dalam berbagai jenis bisnis. Di tahun 2001, Unit Inteligen Ahli ekonomi menggolongkan enam puluh penjuru dunia, negara-negaranya akan meningkatakan kesiap siagaan e-Business mereka. Di dalamkoneksi ini, Thailand telah ditempatkan kelompok yang ketiga, dengan negara-negara yang dianggap siaga ke e-Commerce. Negara harus memberi perhatian yang lebih besar kepada penggunaan e-Commerce untuk memberi manfaat bagi semua kegiatan perdagangan dan daya saing stiap Negara.
Perihal e-Industry, ICT digunakan sebagian besar untuk administrasi kantor pusat, logistik dan pemasaran, menanam manajemen, manajemen produksi, pengawasan proses, dan pengukuran proses. Statistik menunjukkan bahwa penguasaan pasar untuk ICT di industri pabrik Thailand bangkit dari 14 persen di tahun 1999 menjadi 18 persen di tahun 2003. ini masih lebih rendah dari potensi yang maksimum untuk menggunakan ICT di Industri Thailand. Pemerintah mengarahkan untuk memperkenalkan knowledge-based untuk membuat Thailand menjadi maju.
Berikutnya Adalah e-Education, yang melibatkan penggunaan ICT untuk pengembangan dalam bidang pendidikan untuk mencapai suatu mutu hidup yang lebih baik dan mengembangkan knowledge-based suatu masyarakat. ini akan mengarahkan menteri Teknologi Informasi Dan Komunikasi mendirikan pusat Pengetahuan untuk menyimpan, memproses, dan kedua-duanya. Perihal e-Society, Pemerintah mengarahkan untuk menciptakan peluang sama untuk semua masyarakat thailand, unuk mengembangkan mutu hidup mereka.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari informasi yang telah di cari, ternyata pemanfaatan ICT di Thailand cukup pesat karena pemerintahnya memang benar-benar mendukung dan memfalisitasi warga negaranya dalam mengembangkan mutu SDM nya, sehingga Thailand benar-benar memiliki banyak potensi menjadi pusat ICT.tidak hanya itum pemerintah pun membuat web untuk pendidikan dan bahkan masyarakat pemerintah membuat internet public yan bisa di nikmati oleh masyarakat dengan Cuma-Cuma agar semua masyarakat tau tentang segala informasi yang sednag berkembang.selain itu, dalam proses pemerintahan pun Thailand menyediakan web di setiap daerah-daerah juga pusat.dan semua itu mencakup bidang ekonomi negara, kebutuhan masyarakat, karena benar-benar mempermudah semua masyarakatnya untuk mengakses, membayar, dan melakukan segala hal dengan kemajuan teknoogi informasi dan komunikasi yang ada.
3.2 Saran
Dari informasi di atas ternyata begitu pentingnya teknologi informasi dan komunikasi itu, karena jika ICT di suatu negara berkembang, maka akan berkembang pula Negara itu, dan akan memudahkan bangsanya dalam megikuti kemajuan teknologi.Akan lebih baiknya, jika itu bisa di contoh oleh negara kita yaitu negara Indonesia yang kaya ini, dan harusnya kita bisa melebihi negara-negara lain dengan terus meningkatkan SDM nya, sehingga negara kita tidak akan ketinggalan, dan tidak hanya mengkopi, tetapi harus mampu menciptakan.



Sabtu, 10 Januari 2009

DEFINISI TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi
Definisi Teknologi
Teknologi dalam definisi sempit adalah infomasi teknik yang terdapat di dalam paten atau pengetahuan teknik dalam bentuk tertulis. Dalam konteks ini teknologi sering dihubungkan dengan pengetahuan tentang produk tertentu atau teknik produksi, termasuk keahlian teknis yang diperlukan oleh produk atau teknik produksi Jadi teknologi dalam definisi ini secara umum identik dengan perangkat keras produksi. (sumber yang disadur oleh Zulkieflimansyah: Enos 1989 dan Rapaport 1985)..
  • Teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bnatuan alat dan akal, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra, dan otak manusia.
  • Menurut Jaques Ellul (1967) teknologi dapat diartikan sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
  • Menurut AECT (1977) Teknologi dapat didefinisikan sebagai perpaduan yang kompleks dari organisasi manusia dan mesin, ide, prosedur, dan pengelolaan.
  • Menurut Finn, Teknologi mencakup proses, sistem, pengelolaan, dan mekanisme kontrol, baik yang mengangkut manusia maupun bukan manusia, dan lebih dari itu adalah merupakan suatu cara memandang permasalahan ditinjau dari sudut kepentingan, kesulitan, kelayakan teknis pemecahannya, dan nilai ekonomi.
Definisi Informasi
  • Seperangkat alat yang mambantu manusia bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag dan Keen),
  • TI tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin),
  • Teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer).
Berdasarkan berbagai definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa Teknologi Informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktivitas kominikasi tersebut,
Pengertian komunikasi menurut para ahli :
  • Pengertian Komunikasi menurut Hovland adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya. (communication is the process to modify the behavior of the other).
  • Pengertian Komunikasi menurut laswell adalah komunikasi meliputi lima unsur, yakni: komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
  • Pengertian komunikasi dari Hovland dan Laswell memberikan pemahaman bahwa komunikasi tidak hanya terfokus pada masalah penyampaian pesan belaka agar orang lain mengerti, akan tetapi lebih jauh lagi agar orang lain mengubah sikap dan tingkah lakunya. Suatu komunikasi dikatakan berhasil apabila komunikasi itu mampu mengubah sikap dan tindakan seseorang atau berhasil memperoleh persetujuan dari komunikan terhadap apa yang maksud oleh komunikator dan salah satu cara untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain secara suka rela adalah melalui komunikasi persuasif.
Definisi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu fasilitas warga dimana mereka dapat berinteraksi, belajar, bekerja dan bermain dengan memanfaatkan komputer, internet dan berbagai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lainnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi memungkinkan warga melakukan hal-hal tersebut dengan pihak diluar daerahnya, bahkan dengan pihak internasional melalui internet. Karakteristik khusus dari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah aktifitasnya yang mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti membantu kegiatan peningkatan kesehatan, pendidikan dan ekonomi.



KONTRIBUSI TELEMATIKA BAGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA

KONTRIBUSI TELEMATIKA BAGI PENINGKATAN

PRODUKTIVITAS KERJA

(Studi Deskriptif Kontribusi komputer dan internet bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau infokom pemerintah daerah di Provinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan)

Dida Dirgahayu

Abstrak

Kesiapan pada sektor pemerintahan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi masih sangat rendah. Mayoritas situs pemerintah dan pemerintah daerah otonom masih berada pada tingkat pertama (persiapan), hanya sebagian kecil yang telah mencapai tingkat pematangan (tingkat dua), sedangkan tingkat pemantapan (tingkat tiga) dan tingkat pemanfataan (tingkat empat) belum tercapai. Penelitian tentang kontribusi komputer dan internet bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai kantor humas dan kantor infokom pemerintah daerah ini berupa penelitian deskriptif. Responden adalah karyawan di lembaga infokom di kab./kota wilayah Provinsi Jabar, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Hasil penelitian menyimpulkan, perangkat komputer dan internet mempunyai kontribusi positif bagi produktivitas kerja pegawai pada Kantor Humas atau Kantor Infokom pemerintah daerah.

Kata Kunci : Kontribusi telematika, produktivitas kerja, pegawai

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu perubahan yang saat ini tengah terjadi pada sistem pemerintah dan aparaturnya adalah transformasi menuju era

*Dida Dirgahayu adalah Peneliti BP2I Bandung, Penelitian ini beranggotakan

Nana Suryana dan C. Suprapti Dwi Takariani, Peneliti Muda BP2I Bandung.

masyarakat informasi, kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas telah membuka peluang bagi pengaksesan, pengolahan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kecenderungan global tersebut akan membawa bangsa Indonesia ke dalam permasalahan digital divide, yaitu keterisolasian dari perkembangan global karena tidak mampu memanfaatkan informasi. Untuk itulah, kesiapan aparatur pemerintah harus pula diarahkan kepada penguasaan teknologi informasi yang berkaitan dengan fungsi aparatur pemerintah.

Pemerintah dan segenap jajarannya harus segera melaksanakan proses transformasi menuju e-government, mengoptimalisasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi birokrasi, serta membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik yang harus disediakan oleh pemerintah. Pemerintah Indonesia memang sedang giat-giatnya mencanangkan produktivitas, dimulai dari produktivitas tenaga kerja, produktivitas organisasi, produktivitas modal, produktivitas pemasaran, produktivitas produksi, produktivitas keuangan dan produktivitas produk. Salah satu dari sekian banyak masalah produktivitas, maka produktivitas tenaga kerja merupakan sesuatu hal yang perlu di tingkatkan, terutama di era globalisasi dimana segala peralatan canggih bisa dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan produktivitas kerja tenaga kerja baik di sektor swasta maupun instansi pemerintah.

Dalam level pemerintahan penerapan teknologi informasi dan komunikasi diwadahi dalam konsep e-government atau e-gov, yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan praktik pemerintahan yang lebih efisien dan efektif, pelayanan yang lebih terjangkau dan memperluas akses publik untuk memperoleh informasi sehingga akuntabilitas pemerintah meningkat.

Perumusan dan Identifikasi Masalah

Perumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Kontribusi Komputer dan Internet Bagi Peningkatan Produktivitas

Kerja pegawai Kantor Humas dan Kantor Infokom Pemerintah Daerah?

Identifikasi masalahnya adalah :

1. Bagaimana ketersediaan dan penguasaan perangkat komputer dan fasilitas internet yang dimiliki kantor humas atau kantor infokom ?

2. Bagaimana kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet dengan tugas pokok pegawai pada kantor humas atau kantor infokom?

3. Bagaimana kontribusi telematika bagi peningkatan produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau kantor infokom?

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui ketersediaan dan penguasaan perangkat komputer dan fasilitas internet yang dimiliki kantor humas atau kantor infokom.

2. Mengetahui kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet dengan tugas pokok pegawai pada kantor humas atau kantor infokom.

3. Mengetahui Kontribusi telematika bagi produktivitas kerja pegawai pada kantor humas atau kantor infokom

Manfaat Penelitian

Manfaat praktis dari hasil penelitian ini untuk menggambarkan terpaan telematika, khususnya perangkat komputer dan fasilitas internet pada kantor humas atau kantor infokom. Manfaat teoritis, bahwa temuan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan tentang penggunaan telematika , khususnya penggunaan perangkat komputer dan fasilitas internet pada kantor humas atau kantor infokom.

Kerangka Teoritis

Berdasarkan Instruksi Presiden RI No 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government disebutkan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (e-government) akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance) dan meningkatkan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya kebijakan dan strategi pengembangan e- government.

Telematika, merupakan istilah untuk mendefinisikan telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas, telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Telematika merupakan istilah baru yang berasal dari bahasa Prancis, telematique, merujuk kepada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.. Para praktisi menyatakan bahwa telematika merupakan singkatan dari dua kata, yaitu telecommunication dan informatic sebagai perpaduan konsep computing dan communication.

Penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi pada perkembangannya menghadirkan media komunikasi baru yang merupakan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informasi yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Media dan telematika berkembang menjadi wacana multimedia. Kemudian telematika dipahami sebagai akronim dari telekomunikasi, multimedia dan informatika. Secara garis besar istilah teknologi informasi, informatika, multimedia tidak jauh berbeda maknanya.

(http:/www.law.ui.ac.id). Telematika dalam penelitian ini dibatasi hanya kepada perangkat komputer dan fasilitas iternet.

Komputer, Blissmer (1985), mengatakan bahwa komputer merupakan suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang tersimpan di dalam memori (www.ilmukomputer.com). Banyak ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer.

Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Internet, Secara harafiah, internet (kependekan dari pada perkataan 'inter-network ialah rangkaian komputer yang berhubungan. Secara teknis internet adalah kumpulan dari jaringan komputer yang ada di dunia yang saling terhubung (network of networks). Internet terdiri dari ribuan jaringan komputer lokal dari berbagai tipe dan ukuran yang dikelola oleh masing-masing organisasi (http://www.pempropsu.go.id).

Dari segi ilmu pengetahuan internet merupakan sebuah perpustakaan besar yang di dalamnya tedapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa text, graphic, audio maupun animasi, dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa ”berkunjung” ke perpustakaan kapan saja dan darimana saja (http://www.ilmukomputer.com).

Produktivitas kerja, beberapa sarjana atau ahli memberikan pengertian tentang produktivitas kerja. Mahoney (dalam Campbell dan Camphell,1990) yang mendefinisikan produktivitas sebagai suatu pengertian efisiensi secara umum yaitu sebagai rasio antara hasil dan masukan dalam suatu proses yang menghasilkan suatu produk atau jasa. Hasil (output) meliputi penjualan, laba, kepuasan konsumen. Sedangkan masukan meliputi alat yang digunakan, biaya, tenaga, keterampilan dan jumlah hasil individu (http://www.library.usu.ac.id).

Dewan Produktivitas Nasional (dalam Ravianto, 1995) memberi batasan produktivitas kerja sebagai kemampuan seseorang tenaga kerja atau sekelompok orang untuk menghasilkan barang atau jasa. Sementara itu Meier (dalam Martinah dkk, 1990) mengemukakan bahwa kriteria produktivitas antara lain adalah kualitas, waktu yang dipakai, absensi dan keselamatan dalam menjalankan tugas pekerjaan.

Kantor humas atau kantor infokom merupakan perangkat yang ada pada pemerintah daerah, baik itu pada tingkat kota dan kabupaten di Indonesia. Pelayanan informasi publik pada era demokratisasi dan transparansi mengharuskan adanya komitmen dan konsistensi yang tinggi dari seluruh aparat pemerintah, khususnya pegawai pada kantor hubungan masyarakat (humas) dan kantor informasi dan komunikasi (Infokom) di setiap pemerintah daerah yang mempunyai hakekat misi sebagai aparatur pelayanan (service), pemberdayaan (Empowerment) dan pembangunan (Development).

Webster’s New World Dictionary medefinisikan Humas sebagai hubungan dengan masyarakat luas, seperti melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi koorporasi, organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan.

Humas adalah suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaannya melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya.(Frazier Moore, 2005:6).

Batasan Konsep

Kontribusi adalah sumbangsih atau sesuatu yang dapat diberikan. Kontribusi dalam penelitian ini adalah manfaat atau sumbangsih perangkat komputer dan fasilitas internet yang dalam pemanfaatannya menjadi alat pendukung bagi pelaksanaan tugas pada kantor humas dan kantor infokom di pemerintahan daerah.

Telematika dalam penelitian ini dibatasi sebagai perangkat komputer dan fasilitas internet. Produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah sebagai efisiensi, yaitu sebagai rasio antara hasil dan masukan dalam suatu proses yang menghasilkan suatu produk atau jasa.


Operasional konsep

Batasan konsep di atas dioperasionalisasikan melalui operasional konsep, yaitu Kontribusi, diukur oleh indikator ketersediaan perangkat komputer dan fasilitas internet, pemahaman tentang fungsi perangkat komputer dan internet, penguasaan pengoperasian perangkat komputer dan internet, penggunaan perangkat komputer dan perangkat internet.

Telematika, dibatasi hanya kepada perangkat komputer dan fasilitas internet. Diukur dengan indikator fungsi, yaitu fungsi akses data (input), fungsi pengolahan data, fungsi pendistribusian informasi

(output).

Produktivitas kerja, diukur dengan indikator volume pekerjaan (produksi) yang diraih, kontinuitas pekerjaan (produksi) yang terjaga, kendala yang dihadapi, umpan balik yang ditimbulkan, efisiensi waktu bekerja, kualitas pekerjaan, kepuasan bekerja, manfaat yang diperoleh, seperti penambahan pengetahuan dan wawasan.

Metode Penelitian

Metode penelitian ini adalah deskriptif (deskriptive studies). Metode ini adalah melihat dan menerangkan fenomena dari dinamika , menuturkan, menganalisa, menafsirkan, serta mengklasifikasikan realitas sosial yang terjadi pada obyek penelitian.

Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara secara langsung, observasi tidak langsung, melalui daftar pertanyaan (kuesioner) tertutup dan terbuka.

Data sekunder, diperoleh dari data resmi pemerintah maupun swasta yang berhubungan dengan penelitian, serta dari data media massa, internet, dan sumber literatur lainnya. Pengolahan data dilakukan melalui program SPSS.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada kantor Humas dan Kantor Infokom pemerintah daerah yang dalam melaksanakan tugas sehari-harinya mempergunakan perangkat komputer dan fasilitas internet. Pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling) di mana setiap obyek dalam populasi memiliki peluang yang sama.

Lokasi penelitian di 28 kantor humas atau kantor pada pemerintah daerah yang ada di empat provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Lokasi penelitian di Provinsi Jawa Barat meliputi : Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya. Kota Cirebon. Kabupaten Cirebon. Dan di Kabupaten Kuningan.

Lokasi penelitian di Provinsi Banten meliputi : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan di Kota Tangerang. Lokasi penelitian di Provinsi Lampung meliputi : Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, dan di Kota Metro. Lokasi penelitian di Provinsi Sumatera Selatan meliputi : Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.


ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Identitas Responden

Data responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 542 responden, terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) pada Kantor/ bagian Humas sebanyak 222 responden ( 41%), PNS pada kantor informasi dan komunikasi sebanyak 262 responden (48,3%) dan sebanyak 58 responden (10,7%) sebagai tenaga honorer.

Berdasarkan jenis kelaminnya, responden laki-laki 314 orang (57.9%), dan responden perempuan 228 orang (42,1%). Dari status usia yang dalam penelitian ini dibatasi antara usia 15 sampai dengan 51 tahun, responden yang berumur antara 15 - 20 tahun 3 orang (0,6%), antara 21 - 25 tahun 53 orang (9.8%). Responden yang berusia antara 26 - 30 tahun 126 responden (23,2%), responden yang berusia antara 31 - 35 tahun 92 orang (17%), dan yang berusia antara 36 - 40 tahun 73 orang (13,5%). Responden yang berusia antara 41 - 45 tahun 82 orang (15,1%), yang berusia antara 46 - 50 tahun 74 orang, dan responden yang berusia di atas 50 tahun 39 orang (7,2%). Dilihat dari perolehan data di atas, maka prosentase terbesar dari responden dalam penelitian ini berusia antara 26 – 30 tahun. Dari 542 responden, mayoritas beragama Islam, yaitu 535 orang (98,7%). Responden yang beragama Kristen 5 orang (0,9%), dan beragama Katholik 2 orang (0,4%).

Data tingkat pendidikan menunjukkan, 2 orang responden berpendidikan SD (0,4%), SMP 10 orang (1,8%), dan SMA 261 orang (48,2%) yang merupakan tingkat pendidikan terbanyak dalam responden penelitian ini. Responden yang berpendidikan Diploma 54 orang (10%), sarjana muda 48 orang (8,9%), sarjana 146 orang (26,9%), dan S2 21 orang (3,9%)

Data status perkawinan responden menunjukkan 160 responden (29,5%) belum menikah, 373 responden (68,8%) sudah menikah, 9 responden (1,7%) berstatus janda atau duda. Terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) pada Kantor/ bagian Humas 222 responden (41%), PNS pada kantor informasi dan komunikasi 262 responden (48,3%) dan 58 responden (10,7%) sebagai tenaga honorer.

Data tentang jabatan responden sebagian besar adalah sebagai pengelola komputer dan internet di tempat kerjanya yaitu 478 orang (88,2%), pejabat fungsional 8 orang (1,5%), pejabat struktural 37 orang (6,8%), dan 19 orang (3,5%) sebagai staf.

Dilihat dari bidang pekerjaan responden, terdapat perangkapan antara jabatan dengan bidang pekerjaan. Sebanyak 455 reponden (83%) mempunyai bidang pekerjaan administrasi, 52 orang (9,6%) sebagai operator komputer, dan 35 orang (35%) sebagai staf seksi . Ketersediaan Dan Penguasaan Sarana Komputer Dan Fasilitas Internet

Sebanyak 232 responden (42,6%) telah memahami tentang fungsi perangkat komputer, 205 responden (37,8%) yang menyatakan cukup memahami 54 responden (10%) tidak memahami, dan 51 responden (9,4%) menjawab sangat memahami tentang fungsi perangkat komputer. Data tersebut menunjukkan, sebagian besar responden memahami dan cukup memahami tentang fungsi perangkat komputer.

Tentang penguasaan komputer, 249 responden (45,9%) menyatakan cukup menguasai dalam mengoperasikan perangkat komputer, 190 responden (35,1%) menguasai, 71 responden (13,1%) menyatakan tidak menguasai, dan 32 responden (5,9%) sangat menguasai pengoperasian komputer. Data menunjukkan jumlah responden yang tidak memahami fungsi perangkat komputer hampir sebanding jumlahnya dengan responden yang menyatakan tidak menguasai pengoperasian perangkat komputer.

Penggunaan komputer dalam bekerja, sebanyak 467 responden (86,2%) mempergunakan perangkat komputer dalam bekerjanya, dan 75 responden (13,8%) menyatakan tidak mempergunakan perangkat komputer.

Frekuensi penggunaan komputer dalam bekerja, dari 467 responden (86,2%) yang mempergunakan perangkat komputer dalam melaksanakan pekerjaannya, sebanyak 230 responden (49,3%) menyatakan sering mempergunakan perangkat komputer, 132 responden (28,3%) menyatakan kadang-kadang, dan 105 responden sering sekali mempergunakan perangkat komputer.

Sebanyak 458 responden (84,5%) menyatakan bahwa dalam melaksanakan pekerjaannya mempergunakan perangkat komputer masing-masing, dan hanya sebanyak 84 responden (15,5%) yang tidak secara khusus mempunyai fasilitas perangkat komputer. Data tersebut menunjukkan bahwa responden dalam melaksanakan pekerjaannya telah ditunjang oleh perangkat komputer, hal ini menunjukkan bahwa perangkat komputer telah menjadi penunjang operasionalisasi pada setiap bidang pekerjaan.

Berkaitan dengan kondisi perangkat komputer, 207 responden (38,2%) menyatakan kondisi perangkat komputer yang ada cukup memadai, 144 responden (26,6%) menyatakan memadai, 143 responden (26,4%) menyatakan tidak memadai, dan 48 responden (8,9%) menyatakan kondisi perangkat komputer yang ada sangat memadai. Data menunjukkan, terdapat prosentase pendapat atau jawaban yang hampir seimbang tentang kondisi perangkat komputer yang memadai dan tidak memadai.

Tentang kelengkapan fasilitas internet, dari 542 responden, 300 responden (55,4%) menyatakan perangkat komputer yang ada dilengkapi dengan fasilitas internet, dan 242 responden (44,6%) menjawab tidak dilengkapi dengan fasilitas internet. Data tersebut menunjukkan, terdapat prosentase jawaban yang hampir seimbang atau sama antara perangkat komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet dengan yang tidak dilengkapi. Hal ini dimungkinkan karena jenis pekerjaan yang dilaksanakan, di mana tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet. Bahkan, sebagian besar jenis pekerjaan hanya membutuhkan perangkat komputer sebagai media pengolah data atau pengetikan surat menyurat, dan penyimpan data.

Selain pemahaman tentang fungsi internet, 212 responden (39,1%) cukup memahami, 177 responden (32,7%) menyatakan memahami 129 responden (23,8%) tidak memahami, dan 24 responden (4,4%) menjawab sangat memahami tentang fungsi fasilitas internet. Data tersebut menunjukkan, sebagian besar responden cukup memahami dan sangat memahami tentang fungsi fasilitas internet.

Penguasaan internet, 193 responden (35,6%) menyatakan cukup menguasai mengakses internet, 171 responden (31,5%) tidak menguasai, 158 responden (29,2%) menguasai, dan 20 responden (3,7%) sangat menguasai cara mengakses internet. Jumlah responden yang tidak menguasai cara mengakses internet sangat bersifat normatif, bahwa cara mengakses internet tidak sekedar mendownload situs yang sudah umum, tetapi mengakses internet lebih luas. Rersponden dengan tingkat pendidikan SLTA merupakan responden yang paling banyak menguasai cara mengakses fasilitas internet.

Data penelitian juga menunjukkan, 309 responden (57,0%) ternyata tidak mempergunakan fasilitas internet dalam melakukan pekerjaannya, dan sebanyak 233 responden (43,0%) mempergunakan fasilitas internet dalam melakukan pekerjaannya. Data menunjukkan, jumlah jawaban yang hampir seimbang antara bekerja dengan dukungan atau mempergunakan fasilitas internet dengan yang tidak mempergunakan. Hal ini dimungkinkan tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet.

Kesesuaian Antara Fungsi Komputer / Internet Dengan Tugas Pokok Dan Fungsi

Sebanyak 392 responden (72,3%)berpendapat bahwa perangkat komputer sangat dibutuhkan di kantor, 130 responden (24,0%) mengatakan dibutuhkan dan 18 responden (3,3%) cukup dibutuhkan, dan hanya 2 responden (0,4%) menyatakan tidak dibutuhkan.

Sebanyak 1939 responden (71,5%) menyatakan bahwa perangkat komputer digunakan untuk melakukan pengetikan surat dan sejenisnya. 650 responden (24.%) mempergunakan komputer untuk mengetik press release, 90 responden (3,3%) mempergunakan untuk menyimpan data, dan sebanyak 31 responden (1,1%) mempergunakan komputer untuk mengolah data.

Sebanyak 262 responden (48,3%) demikian pula pengakuan dari 222 responden (41,0%) menyatakan, fasilitas internet dibutuhkan. Hanya 51 responden (9,4%) yang menyatakan fasilitas internet cukup dibutuhkan serta 7 responden (1,3%) fasilitas internet tidak dibutuhkan. Data ini menunjukkan instansi pemerintah seperti humas atau dinas infokom merupakan salah satu instansi yang sangat membutuhkan fasilitas internet. Di lingkup pemerintahan pemakaian internet merupakan suatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi serta menjadi prasyarat kunci untuk menumbuhkan kemandirian, menambah wawasan, serta pemenuhan tugas pokok dan fungsinya.

Sebanyak 768 responden (48,3%) menyatakan fasilitas internet dipergunakan untuk mencari data. 666 responden (40%) untuk keperluan mengolah data. 153 responden (9,4%) untuk keperluan mendistribusikan informasi, dan 21 reponden (1,3%) mempergunakan intrnet sebagai media online. Data ini menunjukkan, sebagai karyawan Humas dan Dinas Infokom yang salah satu tugas pokok dan fungsinya memberikan berbagai informasi kepada masyarakat maka kehadiran internet merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi mereka karena internet yang merupakan gudang data dan informasi mampu memenuhi kebutuhan mereka akan data dan informasi.

Berbagai fasilitas yang ditawarkan internet seperti e-mail yang telah menjadi sarana interaksi dan komunikasi baru dalam masyarakat, ternyata juga dimanfaatkan oleh karyawan Humas dan Dinas Infokom untuk mendistribusikan data dan informasi. Internet juga dimanfaatkan sebagai media on-line, yakni menyebarluaskan berbagai informasi kepada masyarakat melalui internet.

Mengenai jenis data yang diakses melalui internet, Sebanyak 768 responden (48,3%) mempergunakan untuk mengakses data tentang pemerintahan, 666 responden (40%) untuk mengakses data sosial kemasyarakatan. Sebanyak 153 responden (9,4%) untuk mengakses data tentang politik, hukum, sementara 21 responden (1,3%) untuk mengakses data lain-lain sesuai keperluannya.

Dari hasil penelitian ini diketahui, data tentang pemerintahan adalah jenis data yang paling banyak diakses oleh responden. Sebagai orang pemerintahan tentu sangat wajar jika mereka juga ingin mengetahui data tentang pemerintahan, kemudian data tentang sosial kemasyarakatan merupakan data terbanyak kedua setelah data tentang pemerintahan yang diakses oleh responden. Responden ternyata juga banyak mengakses jenis data mengenai politik, hukum dan budaya. Jenis-jenis data yang diakses oleh responden tersebut merupakan salah satu langkah untuk menambah wawasan mereka terutama karena memang tugas pokok dan fungsi mereka mengharuskan mereka untuk memiliki wawasan yang cukup tinggi, dengan berbekal wawasan tersebut mereka diharapkan dapat menginformasikan kembali kepada masyarakat.

Data tentang pemanfaatan website sebagai media online menunjukkan, 350 responden (64,6%) memanfaatkan website sebagai media online, sementara 192 responden tidak memanfaatkan website sebagai media online. Data di atas memperlihatkan bahwa beberapa pemerintah daerah terutama di Propinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan telah memanfaatkan website sebagai media on-line artinya bahwa berbagai data atau informasi yang ada di website tersebut dapat diakses oleh masyarakat, bahkan beberapa daerah telah pula memanfaatkan website sebagai media interaksi antara pejabat dengan masyarakatnya.

Pada sisi lain, tidak dimanfaatkannya website sebagai media on-line mungkin disebabkan belum tersedianya sumber daya manusia yang mengelolanya, karena untuk membangun sebuah website memang diperlukan sumber daya manusia yang memadai, di samping itu mungkin juga belum adanya dukungan finansial dari pemerintah daerah setempat.

Berkaitan dengan pemanfaatan website, data tentang frekuensi pemanfaatan website menunjukkan, sebanyak 52 responden (14,9%) menyatakan sering sekali memanfaatkan website sebagai media on- line. Bagi mereka website dapat dijadikan media untuk menyampaikan berbagai informasi kepada khalayak sehingga tidak mengherankan jika mereka sangat sering memanfaatkannya sebagai media on-line. Sebanyak 166 responden (47,4%) menyatakan bahwa mereka sering memanfaatkan website sebagai media on-line, dan 132 responden (37,7%) menyatakan sering sekali. Frekuensi atau tingkat keseringan memanfaatkan website sebagai media on-line disebabkan karena memang tugas pokok mereka sehari-hari sebagai karyawan Humas atau Dinas Infokom mengharuskannya memanfaatkan website untuk memberikan informasi kepada khalayak secara on-line. Responden yang hanya kadang-kadang saja memanfaatkan website sebagai media on-line, karena tugas pokok mereka tidak secara langsung bersinggungan dengan internet.

Sebanyak 122 responden (22,5%) berpendapat bahwa perangkat komputer sangat sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka, 266 responden (49,1%) berpendapat bahwa perangkat komputer sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka dan hanya 16 responden (3,0%) yang berpendapat bahwa perangkat komputer tidak sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka. Aktivitas bekerja yang memang sangat membutuhkan kehadiran komputer, karena perangkat tersebut mampu mempercepat menyelesaikan pekerjaan, mampu menyimpan data dan mampu mengolah data sesuai yang kita inginkan.

Sebanyak 243 responden (44,8%) berpendapat fasilitas internet sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden, 142 responden (26,2%) berpendapat cukup sesuai, maupun 85 responden (15,7%) berpendapat sangat sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden, sementara itu 72 responden (13,3%) berpendapat tidak sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan responden. Bagi karyawan Humas atau Dinas Infokom internet mungkin sudah menjadi kebutuhan utama mereka untuk memperoleh berbagai macam informasi yang mereka butuhkan, melakukan komunikasi dapat pula dilakukan dengan cepat sehingga sangat wajar jika mereka berpendapat internet sesuai dengan tugas pokok atau pekerjaan mereka, begitu pula sebaliknya.

Sebanyak 260 orang (48%) menyatakan dalam melaksanakan tugas kantor ditunjang dengan menggunakan perangkat komputer dinilai efisien atau dapat menghemat waktu. 150 responden (27,70%) lebih tegas lagi menyatakan sangat efisien. 125 responden (23,10%) menyatakan cukup efisien. Sementara 7 responden (1,30%) menyatakan tidak efisien. Pengetikan, penyusunan, pengolahan dan penyimpanan data bisa berlangsung cepat, kemudian praktis/mudah dalam mencari data yang tersimpan, ekonomis tidak memerlukan banyak tenaga dan biaya, oleh seorang tenaga operator komputer saja bisa selesai dengan cepat, jadi benar-benar efisien waktu dan tenaga.

Sebanyak 303 orang (55,90%) menyatakan dengan menggunakan komputer kuantitas pekerjaan menjadi meningkat. 90 responden (16,60%), menyatakan sangat meningkat.140 responden (25,80%) menyatakan cukup meningkat. Sementara 9 responden (1,70%) menyatakan tidak meningkat. Kinerja komputer sangat cepat dan akurat. Oleh karena dalam meningkatkan pelayanan publik, perangkat komputer mutlak harus ada. Kalau tidak, instansi/kantor pemerintah pelayan publik ini dengan tidak memilliki komputer akan selalu lambat dalam memberi pelayanannya dan tidak akan memuaskan masyarakat sebagai konsumennya.

Sebanyak 289 responden (53,30%) menyatakan, dengan menggunakan komputer kualitas pekerjaannya meningkat 97 responden (17,90%) menyatakan sangat meningkat 150 responden (27,70%) menyatakan cukup meningkat. Terdapat 6 responden (1,10%) yang menyatakan dengan menggunakan komputer kualitas pekerjaannya tidak meningkat.

Sebanyak 268 responden (49,40%), menyatakan merasa puas bekerja dengan mempergunakan komputer. 92 responden (17%) mengungkapkan merasa sangat puas. 164 responden (30,3%) yang menyatakan cukup puas, namun sebanyak 18 responden (3,3%) menyatakan tidak puas . Ukuran kepuasan responden dapat diukur dari pekerjaannya dapat selesai sesuai dengan rencana, sehingga dinilai baik. Dalam arti setiap jenis pekerjaan dapat diselesaikan secara efekif dan tepat waktu.

Tentang kepuasan bekerja dengan mempergunakan internet,234 orang(43,2%) menyatakan efisien melaksanakan tugas kantor ditunjang dengan tersedianya internet. 69 responden (12,7%) lebih tegas lagi mengatakan sangat efisien. 184 responden (33,9%) menyatakan cukup efisien. Namun terdapat 35 responden (6,5%) menyatakan tidak efisien, dan 20 responden (3,7 %) justru menyatakan tidak tahu efisien atau tidaknya. Suatu pekerjaan dikatakan efisien, dimungkinkan karena dengan internet, pekerjaan seperti pencarian data, pengolahan data, penyusunan data, pengiriman data, dan penyimpanan serta penyebarluasan kembali data /informasi dapat dilakukan di kantor tempat bekerja. Demikian pula dalam hal pengiriman surat, data / informasi lainnya tidak perlu melalui kantor pos atau titipan kilat, cukup menggunakan e-mail. Dengan e-mail tidak memerlukan banyak waktu dan biaya.

Tentang peningkatan kuantitas pekerjaan dengan mempergunakan internet, 271 responden (50%) menyatakan dengan adanya internet kuantitas pekerjaan mereka menjadi meningkat. 164 responden (30,3%) menyatakan cukup meningkat. 50 responden (9,2%) menyatakan sangat meningkat. Sebaliknya, 37 responden (6,8%) menyatakan kuantitas pekerjaan tidak meningkat, dan 20 responden (3,7%) yang menyatakan tidak tahu. Kendatipun peningkatan dapat bersifat relatif, tergantung jenis dan kapan informasi itu dibutuhkan, namun dilihat dari jenis pekerjaan seperti pencarian, penyusunan, pengolahan, pengiriman informasi, dan lain-lain dengan internet, semua jenis pekerjaan dapat menjadi mudah dan cepat.

Di samping peningkatan kuantitas, 258 responden (47,6%) menyatakan dengan adanya internet kualitas pekerjaan mereka menjadi meningkat. 185 responden (34,1%) menyatakan cukup meningkat. 49 responden (9,0%) menyatakan sangat meningkat.

Sedangkan 30 responden (5,5%) menyatakan kualitas pekerjaan dengan mempergunakan internet tidak meningkat, dan 20 responden (3,7%) yang menyatakan tidak tahu.

Sama halnya dengan peningkatan secara kuantitas, peningkatan secara kualitas dapat bersifat relatif, tergantung jenis dan kapan informasi itu dibutuhkan, namun dilihat dari jenis pekerjaan seperti pencarian, penyusunan, pengolahan, pengiriman informasi, dan lain-lain dapat diukur peningkatannya. Dengan internet, semua data dapat lebih akurat, beragam, dan aktual.

Kepuasaan responden dalam bekerja dengan kehadiran internet di tempat bekerja, 217 orang (40%) merasa puas, 205 responden (37,8%) merasa cukup puas dan 53 responden (9,8%) merasa sangat puas. Sementara 47 responden (8,7%) menyatakan tidak puas, dan 20 responden (3,7%) menyatakan tidak tahu. Dengan adanya fasilitas internet, pegawai dimungkinkan tidak merasa jenuh untuk melaksanakan tugas kantor, bahkan dapat menimbulkan semangat baru lagi.

Demikian pula dengan kesesuaian antara kebutuhan fasilitas internet dengan tugas pokok pekerjaan, dari 542 responden, 540 responden (99,64%) menyatakan dibutuhkan karena sangat sesuai, sesuai dan cukup sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok pekerjaannya, dan hanya 2 responden (0,36%) yang menyatakan bahwa fasilitas internet tidak dibutuhkan

Kontribusi Telematika Bagi Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Humas Atau Kantor Infokom Pemerintah Daerah

Tentang kontribusi internet bagi produktivitas kerja, 786 (48,3%) menyatakan internet menambah pengetahuan. 656 reponden (40,3%) menyatakan meningkatkan wawasan, 153 responden (9,4%) menyatakan menimbulkan semangat kerja, serta 31 responden (1,9 %) menyatakan dapat meningkatkan karier. Internet memiliki kontribusi yang tinggi bagi peningkatan dan atau penambahan pengetahuan dan wawasan, kendatipun sebatas pengetahuan teknis pengoperasionalan, seperti tentang cara-cara mengakses, men-download, meng-upload, dan cara-cara teknis operasional lainnya.

Tentang hambatan yang dihadapi dalam menggunakan komputer, sebanyak 768 responden (48,3%) menyatakan yang menjadi hambatan dalam penggunaan komputer adalah faktor kemampuan dari sumber daya manusia (SDM). 646 responden (39,7%) menyatakan sarana/infrastrukturnya yang terbatas. 153 responden (9,4%) mengemukakan kebijakan intern, dan 41 responden (2,5%) mengatakan masalah anggaran.

Data di atas menunjukkan bahwa tidak semua aparat pemerintah (SDM) dapat mengoperasionalkan komputer, sekalipun di rumahnya ada komputer. Dalam arti tidak berimbang antara karyawan suatu instansi dengan sarana/ infrastruktur komputer yang tersedia. Akibatnya tidak semua karyawan dapat mencoba/ belajar mengoperasionalkan komputer di kantornya. Kebijakan intern dapat diartikan bahwa, kebijakan kepala kantor atau kepala seksi yang mengkhususkan karyawan membidangi komputer, yang lainnya tidak perlu. Akibatnya tidak semua karyawan dapat mengoperasionalkan komputer, karena mengandalkan karyawan tertentu saja.

Dalam hal anggaran, sering tidak ada anggaran untuk membeli komputer yang baru atau untuk mengikutsertakan karyawannya dalam diklat komputer baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun perguruan tinggi atau swasta, terutama bagi karyawan yang belum bisa atau belum tahu sama sekali cara-cara mengoperasionalkan komputer.

Tentang saran yang disampaikan responden kepada instansi tempatnya bekerja, sebanyak 527 responden (48,6%) menyarankan agar diadakan pelatihan khusus tentang komputer dan internet, agar mereka mahir mengoperasionalkan internet dan manfaatnya akan terasa signifikan bagi kepentingan instansi atau kantor maupun untuk pelayanan public 446 responden (41,1%) menyarankan pembiayaan untuk peningkatan SDM dan sarana komputer / internet harus ditingkatkan / maksimalkan, agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam pekerjaannya berjalan efektif dan efisien. 111 responden (10,2%), menyarankan, diperlukan pula koordinasi yang produktif antar instansi guna mempermudah dan mempercepat dalam memenuhi kebutuhan informasi dan berkomunikasi. Perlunya integrasi atau link situs di antara situs pemerintah, bekerjasama yang saling menguntungkan satu sama lain.

Data di atas menunjukkan, bahwa penggunaan komputer akan produktif dan berkontribusi terhadap pekerjaan apabila ditunjang oleh adanya pelatihan bagi karyawan dalam menguasai penggunaan komputer, pendanaan atau adanya alokasi anggaran yang cukup untuk penyediaan alat dan pelatihan, serta adanya koordinasi antar lembaga atau instansi dalam memanfaatkan perangkat komputer sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Ketersediaan dan penguasaan sarana komputer dan fasilitas internet

§ Ketersediaan dan penguasaan sarana komputer dan fasilitas internet menggambarkan bahwa perangkat komputer telah tersedia dan mempunyai kontribusi sebagai pendukung bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom .

§ Perangkat komputer telah menjadi penunjang operasionalisasi pada setiap bidang pekerjaan pada kantor humas dan inforkom.

§ Tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet. Sebagian besar jenis pekerjaan hanya membutuhkan perangkat komputer sebagai media pengolah data atau pengetikan surat menyurat, dan penyimpan data

§ Tidak semua karyawan mengakses internet dalam melakukan pekerjaannya, hal ini dikarenakan tidak semua pekerjaan membutuhkan akses internet.

Kesesuaian Antara Fungsi Komputer / Internet Dengan Tugas Pokok

Dan Fungsi

  • Fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet sangat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kantor humas dan infokom, sangat menunjang di dalam memberikan pelayanan informasi, pencarian dan pengolahan data, serta sebagai sarana pendistribusian data dan penyimpan data. Kesimpulan tersebut didasarkan bahwa perangkat komputer merupakan alat yang dapat membantu mempercepat pekerjaan mereka sehari-hari di kan

Jenis data yang paling banyak diakses oleh karyawan humas atau infokom adalah data tentang pemerintahan, data tentang sosial kemasyarakatan, data mengenai politik, hukum dan budaya.

Pemerintah daerah terutama di Propinsi Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan telah memanfaatkan website sebagai media on-line artinya bahwa berbagai data atau informasi yang ada di website tersebut dapat diakses oleh masyarakat, bahkan beberapa daerah telah pula memanfaatkan website sebagai media interaksi antara pejabat dengan masyarakatnya.

Kontribusi Telematika Bagi Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Humas Dan Kantor Infokom Pemerintah Daerah

§ Telematika, khususnya perangkat komputer dan internet mempuyai kontribusi positif bagi produktivitas kerja pegawai pada Kantor Humas atau Kantor Infokom Pemerintah Daerah

§ Dengan adanya komputer dan internet di kantor humas dan infokom, pada hakikatnya bukan hanya untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian tugas kantor, tapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, terutama dalam hal pemberian informasi.

§ Perangkat komputer dan fasilitas Internet memiliki kontribusi yang tinggi bagi peningkatan dan atau penambahan pengetahuan dan wawasan.


Saran-saran

§ Pengadaan peralatan komputer dan fasilitas internet hendaknya terus ditingkatkan kapasitas fungsinya.

§ Penggunaan komputer akan produktif dan berkontribusi terhadap pekerjaan apabila ditunjang oleh ketersediaan perangkat dan adanya pelatihan bagi karyawan dalam penguasaan penggunaan komputer, adanya alokasi anggaran yang cukup, serta adanya koordinasi antar lembaga atau instansi dalam pemanfaatan TIK sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

§ Kesesuaian antara fungsi perangkat komputer dan fasilitas internet hendaknya didukung oleh adanya sistem informasi di antara lembaga pemerintah, khususnya sistem informasi antar kantor humas atau infokom.

Ketersediaan, pemahaman dan kemampuan menggunakan perangkat komputer dan fasilitas internet sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom pada akhirnya haruslah bermuara pada kebijakan sentral yaitu untuk memberikan fungsi pelayanan informasi bagi masyarakat. Kehadiran perangkat komputer dan fasilitas internet yang telah berkontribusi terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor humas atau infokom, haruslah dapat dirasakan pula keberadaan dan manfaatnya oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

BPPI Jakarta. 2003. Pemerintahan dan Telematika : Himpunan Instruksi Presiden dan Peraturan Pemerintah Tahun 2003. Jakarta.

Indrajit, Eko. Richardus. Evolusi Perkembangan Teknologi Informasi, Pengantar Konsep Dasar. Jakarta : Stimik Perbanas Renaissance Center.

Irmawati. 2004. Peranan Goal Setting Dalam Upaya Meningkatkan

Produktivitas Kerja Karyawan. Online

(http://www.library.usu.ac.id/download/fisip/fisip.irmawati) Moore, H.Frazier. 2005. Humas, Membangun Citra Dengan

Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Siagian, Sondang P.. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta : Roeka Cipta.

Sudirman, Ivan. 2003. Perkembangan Hardware Kompute. Online

(http://www.ilmukomputer.com/pengantar/ivansudirman- hardwarekomputer.php).

http://www.Law.ui.ac.id http://www.pempropsu.go.id